Produsen bumbu penyedap rasa masakan memperkuat komitmennya memperdulikan masyarakat dan bumi dengan berpegang teguh pada sektor kesehatan, kesejahteraan, sumber daya makanan, serta keberlanjutan global, melalui slogan baru "Health Provider".

Presiden Direktur PT Ajinomoto Indonesia Sinichi Matsumoto dalam sambutannya di Mojokerto, Rabu, mengatakan melalui program tersebut ingin menjadikan orang Indonesia lebih sehat melalui Health Provider for Human Being dan mengurangi dampak lingkungan melalui Health Provider for The Earth.

"Selain itu, kami berkomitmen terus memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dunia sekaligus melangkah ke arah bisnis berkelanjutan yang ramah lingkungan, melalui slogan global Eat Well, Live Well," ujarnya.

Oleh karena itu melalui program-program yang ditawarkan, kata dia, selain meningkatkan bisnis perusahaan juga sosial bagi masyarakat.

"Solusi yang kami tawarkan dapat membantu masyarakat seluruh dunia maupun Indonesia, untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Melalui Health Provider juga, pihaknya menargetkan dua hal untuk menuju 2030, pertama, Health Provider for Human Being di bidang kesehatan masyarakat untuk membantu memperpanjang harapan hidup sehat satu miliar orang di dunia.

"Untuk memperpanjang harapan hidup orang di Indonesia, kami menyediakan menu bergizi seimbang untuk makan siang anak sekolah dan merilis produk dengan kandungan garam rendah dan tepung bumbu yang rendah menyerap minyak," terangnya.

Kemudian, lanjutnya, Health Provider for Earth untuk mengurangi hingga 50 persen dampak aktivitas industri terhadap lingkungan.

Aksi nyata yang dilakukan pihaknya, yaitu dengan mengurangi penggunaan kemasan plastik yang diganti dengan kertas, juga konversi bahan bakar mesin boiler dari batu bara ke bio massa untuk mengurangi emisi CO2 atau gas rumah kaca.

"Kami juga mengganti bahan bakar boiler dari batu bara dengan bio massa untuk kebijakan masalah polusi udara," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur PT Ajinomoto Indonesia Takuro Seguchi menambahkan salah satu produknya yakni Masako saat ini diproduksi dengan kadar garam 25 persen lebih rendah daripada sebelumnya, namun tetap mempertahankan kelezatan masakan.

"Tepung Sajiku menyerap minyak goreng lebih rendah sehingga mengurangi konsumsi lemak. Bijak garam untuk mengurangi risiko hipertensi tetap dengan mempertahankan cita rasa," ucapnya.

Ditempat yang sama, Deputi Bidang Pelatihan Penelitian dan Pengembangan BKKBN Muhammad Rizal Martua Damanik mengapresiasi program Ajinomoto yang ingin menyehatkan masyarakat Indonesia dan hal itu selaras dengan program di BKKBN, yakni program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dasat).

Menurut dia, pemerintah berupaya menekan angka prevalensi stunting dari 27,7 persen di 2019 menjadi 14 persen pada 2024.

"Keluarga berisiko stunting kami intervensi dengan memberikan makanan bergizi seimbang sebagai pendekatan spesifik, karena stunting tidak hanya masalah gizi, ada faktor sensitif juga kami lakukan pendekatan. Kami ada program DASAT saya kira sangat berkorelasi dengan program Ajinomoto," ujarnya.

Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023