Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu jujukan wisata favorit saat berlibur. Kabupaten yang berada diujung timur Pulau Jawa tersebut memiliki garis pantai sangat panjang sehingga banyak terdapat pantai yang eksotis. 

Tak hanya pantainya yang mempesona, namun pemandangan bawah lautnya juga indah dan seru untuk aktivitas snorkeling maupun "diving". Salah satu lokasi yang cocok untuk snorkeling dan berwisata bahari saat berada di Banyuwangi adalah Bangsring Underwater (Bunder).

Bangsring Underwater merupakan destinasi ekowisata berbasis konservasi ikan dan terumbu karang yang dikelola oleh kelompok nelayan setempat dengan nama Kelompok Usaha Bersama  (KUB) Samudera Bakti.

Destinasi wisata tersebut berada di perairan Selat Bali di ujung timur Pulau Jawa tepatnya Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Harga tiket masuk menuju kawasan ekowisata tersebut sangat terjangkau, yakni Rp5.000 per orang.

Dulunya, sebelum menjadi tujuan wisata, sebelum tahun 2008 terumbu karang di perairan tersebut sempat rusak karena para nelayan menangkap ikan dengan cara tidak ramah lingkungan, yakni menggunakan bom ikan.

Namun, kini perairan Bunder telah "disulap" menjadi kawasan konservasi laut yang dilindungi. Pada tahun 2009, Perairan Bangsring tersebut disepakati menjadi Zona Perlindungan Bersama melalui Peraturan Desa Nomor 2 tahun 2009. 

Para nelayan KUB Samudera Bakti setelah diberi pengetahuan tentang sadar lingkungan dan wisata lalu melakukan berbagai aktivitas untuk mengembalikan fungsi alam Perairan Bangsring, di antaranya peningkatan kapasitas SDM, konservasi ekosistem laut dan pesisir, serta pengelolaan sampah plastik.

Hasilnya, di tahun 2013, masyarakat setempat merasakan langsung dampak positif dari pulihnya ekosistem laut Bangsring yang hingga kini membawa manfaat wisata dan ekonomi. 

Setelah terumbu karangnya bagus, banyak ikan, pantainya indah, lokasi tersebut dikemas oleh KUB Samudera Bakti menjadi jujukan wisata bahari yang berbasis edukasi dan konservasi.

Bahkan, pada 2017 objek wisata Bangsring Underwater mendapatkan Kalpataru Kategori Penyelamat Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Terdapat banyak fasilitas yang dapat dinikmati wisatawan untuk "berseru-seruan" bermain air dan ikan di Bangsring Underwater.
Rumah Apung di objek wisata bahari Bangsring Underwater Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. ANTARA/Louis Rika


Salah satunya fasilitas Rumah Apung. Rumah Apung adalah rumah kayu berukuran sekitar 27 x 7 meter yang mengapung sekitar 20 meter dari pantai. Ikon wisata Bangsring Underwater itu mempunyai dua fungsi. Pertama, sebagai tempat titik kumpul wisatawan yang hendak melakukan snorkeling dan diving.

Kedua, Rumah Apung merupakan tempat untuk klinik ikan dan tempat penangkaran hiu. Terdapat keramba ikan di Rumah Apung yang digunakan sebagai tempat konservasi ikan hiu dan penyu.

Untuk mencapai Rumah Apung, pihak pengelola menyediakan perahu motor penyeberangan dengan kapasitas hingga sepuluh orang. Wisatawan hanya perlu membayar sebesar Rp5.000 per orang. 

Fasilitas keseruan lainnya di Rumah Apung adalah berenang dengan hiu berukuran kecil. Wisatawan yang berkunjung ke Rumah Apung dapat menikmati petualangan berenang dengan hiu kecil yang berada di keramba konservasi.  

Berdasarkan penuturan pengelola, ikan hiu jenis kecil tersebut didapatkan dari nelayan dalam kondisi buruk. Selanjutnya, ikan hiu dirawat di keramba konservasi hingga sembuh kemudian dilepaskan lagi ke lautan. Kegiatan berenang dengan hiu hanya bisa dilakukan jika kondisi hiu sudah membaik. 

Jangan kuatir, kegiatan tersebut cukup aman karena ada pemandu yang akan mendampingi. Saat masuk kolam keramba hiu ada sejumlah aturan. Yakni, wisatawan harus perlahan dan tidak meloncat agar hiu tak kaget. 

Setelah berada di dalam air kolam keramba, wisatawan bersikap tenang, jangan panik, dan membuat gerakan mendadak, serta tidak memiliki luka atau mengeluarkan darah. Selebihnya, aktivitas tersebut dijamin sangat memacu adrenalin sekaligus bikin senang.

"Sumpah, seru! Rasanya sesuatu banget disenggol-senggol ikan hiu," ujar seorang wisatawan, Rindhu Dwika saat menikmati sensasi berenang dengan ikan hiu di Bunder.

Bagi yang senang mengamati biota bawah laut, wisatawan dapat melakukan snorkeling maupun diving di Bangsring Underwater. Melalui fasilitas itu, pengunjung bisa menikmati panorama bawah laut, terumbu karang, serta biota laut di Perairan Selat Bali yang indah. ada ratusan jenis ikan yang menghuni di kawasa perairan tersebut. Termasuk yang paling terkenal adalah ikan badut alias ikan Nemo.
Objek wisata bahari Bangsring Underwater Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. ANTARA/Louis Rika


Pihak pengelola menyediakan penyewaan alat snorkeling dan diving bagi wisatawan.  Tarif snorkeling sebesar Rp30.000 per orang, sedangkan diving sebesar Rp500.000 per orang. Bagi pemula, pihak pengelola juga menyediakan pemandu yang akan memberi arahan dan menunjukkan spot terbaik untuk snorkeling dan diving.

Fasilitas lainnya adalah menyeberang ke Pulau Tabuhan dan Pulau Menjangan untuk bersnorkeling ria ataupun diving. Ada sejumlah perahu dan kapal yang siap mengantarkan rombongan wisatawan ke kedua pulau tersebut. Untuk menyewa satu kapal ke Pulau Tabuhan, tarifnya adalah Rp500.000 (PP), dengan kapasitas maksimal sepuluh orang. 

Sedangkan, tarif sewa kapal ke Pulau Menjangan sebesar Rp1 juta PP, dengan kapasitas maksimal sepuluh orang. Biaya itu hanya untuk sewa kapal saja, belum termasuk tiket masuk Pulau Tabuhan dan Pulau Menjangan.

Menjadi salah satu objek wisata bahari yang populer di Banyuwangi, Bunder telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas memadai untuk wisatawan. Seperti, gasebo, taman bermain, layanan wifi, penyediaan alat diving dan snorkeling, kamera underwater, perahu motor, musala, warung makan, toilet, hingga toko-toko souvenir.

Jika sedang merencanakan berwisata ke Banyuwangi, sempatkan berkunjung ke Bunder. Selain menambah pengetahuan tentang wawasan lingkungan, transplatasi terumbu karang, dan belajar biota laut, salah satu aktivitas yang sayang dilewatkan di lokasi itu adalah berfoto-foto mengabadikan momen, ditambah pemandangan "sunrise" dan "sunset" yang aduhai...

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023