Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (BBKSDA NTT), Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, dan PT Smelting melepasliarkan enam komodo hasil pengembangbiakan ke Cagar Alam Wae Wuul, NTT, Sabtu.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Genetik Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan Indra Exploitasia mengatakan pelepasliaran tersebut merupakan implementasi program ex situ linked to in situ.

"Semoga program ex situ linked to in situ ini dapat dilakukan replikasi keberhasilannya oleh Lembaga konservasi lain," kata Indra melalui keterangan resmi yang diterima di Surabaya.

Indra berharap agar komodo yang dilepaskan ini mendukung kelestarian dan peningkatan populasi komodo di habitat aslinya.

"Komodo yang dilepasliarkan dapat hidup dan berkembang biak dengan baik di habitat alaminya," ucapnya.

Direktur Taman Safari Indonesia (TSI), Jansen Manansang menyebut selalu memegang komitmen melaksanakan upaya pelestarian satwa, salah satu komodo yang juga berstatus dilindungi.

"Berbagai langkah konservasi dan habituasi telah kami lakukan dengan sangat serius agar populasinya tetap terjaga, agar anak cucu kita bisa melihat komodo sampai kelak nanti," ucap dia.

Lebih lanjut, sebelum dilepaskan enam satwa tersebut diterbangkan terlebih dahulu Bandara Soekarno Hatta, pada 15 Agustus 2023 dan sempat menjalani proses habituasi sekitar satu bulan.

"Selama di Taman Safari Bogor keenamnya juga telah dilatih hidup di alam liar, setelah dilepasliarkan akan dipasang GPS untuk memonitor pergerakan dan kondisi mereka di Cagar Alam Wae Wuul," ujarnya.

EVP Direktur PT Smelting Ryuichi Hasegawa menyatakan siap terlibat di dalam berbagai program konservasi lingkungan, baik satwa maupun kehidupan alam lainnya.

"Kami harapkan ini menjadi role model bagi perusahaan lain untuk melakukan hal sama bagi penyelamatan flora dan fauna endemik Indonesia yang terancam punah," kata dia.

Melalui keterangan resmi itu juga dijelaskan bahwa pelepasliaran enam ekor komodo merupakan penerapan program pentahelix konservasi satwa yang dilakukan di pelataran Cagar Alam Wae Wuul, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pewarta: Ananto Pradana

Editor : A Malik Ibrahim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023