Perusahaan penyedia teknologi survei PT. Geotronix Pratama menghadirkan teknologi Trimble Marine Construction (TMC) System untuk mendorong percepatan dan efisiensi pekerjaan di bawah laut. 
 
"Teknologi ini telah dilengkapi dengan sensor yang memudahkan beberapa pekerjaan maritim seperti reklamasi dan pengerukan lebih tepat waktu," kata Direktur Geotronix Pratama Fajar Setio Adi di Surabaya, Rabu.
 
Dia menyebut efisiensi lantaran jenis pekerjaan ini tidak perlu banyak manpower (pekerja). Nilai ekonomis lainnya adalah tingkat akurasi pekerjaan bawah laut bisa menekan waktu.
 
"Teknologi Trimble Marine Construction (TMC) telah dilengkapi GNNS receiver. Di dalamnya terdapat sensor yang terpasang di alat untuk melakukan visualisasi. Selanjutnya operator alat berat melakukan operasi objek di bawah laut jauh lebih akurat," kata dia.
 
Dengan demikian, tidak perlu melakukan pekerjaan ulang seperti pekerjaan manual karena TMC system bekerja berdasarkan visualisasi secara realtime.
 
"Selama ini pekerjaan manual didasarkan feeling dan pengamatan. Malahan di dasar laut masih ditambah pegawai. Nah, akurasi alat ini bisa 100 persen dalam memantau objek," ujarnya.
 
Masuknya teknologi ini diharapkan bisa mengubah pemikiran pekerjaan berkaitan dengan laut di dalam negeri. 
 
Fajar Setio tidak menampik butuh waktu untuk mengubah cara pandang pelaku usaha konstruksi. Namun ia optimistis pasar dalam negeri bisa menerima teknologi ini.
 
"Pangsa pasarnya cukup besar, karena Indonesia adalah negara kepulauan, dan banyak aktivitas reklamasi maupun pengerukan. Sementara teknologi ini tinggal menunggu waktu untuk diimpelemantasikan," tuturnya.
 
Asia Pacific Regional Sales Director Trimble, Troy Rigby menambahkan yang terpenting dari teknologi ini adalah keselamatan kerja jauh lebih baik, karena potensi kecelakaan kerja turun. 
 
"Sebab teknologi ini bisa mengurangi jumlah pekerja, dan bisa mempersingkat waktu," katanya.
 
Dia menambahkan teknologi ini tidak hanya fokus pada pengurangan pegawai. Tetapi percepatan pekerjaan jauh lebih efektif dan efisien. 
 
"Jika dibandingkan dengan pekerjaan di dalam negeri (masih manual), kerap terjadi pengulangan. Jelas tidak efektif, butuh biaya besar, dan prosesnya lama," tambah Troy.

Pewarta: Willi Irawan

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023