Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, berkolaborasi dengan Kodim 0809 Kediri menggelar safari keluarga berencana(KB) di RS Dinas Kesehatan Tentara(DKT) di kota ini, dalam rangkaian program TNI Manunggal Membangun Desa(TMMD) sekaligus memperingati Hari Keluarga Nasional ke-30.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri, Jawa Timur Sumedi, Selasa mengatakan dalam program ini terdapat 84 akseptor yang mengikutinya, dengan rincian 56 akseptor melakukan KB implan  dan 28 akseptor melakukan KB IUD.

"Jumlah ini kami peroleh setelah para akseptor mendaftarkan diri ke Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), selanjutnya PLKB melaporkan ke kami yang ada di dinas," kata Sumedi.

Ia mengatakan, sebelum melakukan KB para akseptor terlebih dahulu menjalani skrining kesehatan mulai dari cek tekanan darah, riwayat penyakit, tidak sedang hamil hingga usia anak terakhir.

"Bagi yang dinyatakan lolos skrining kesehatan selanjutnya dapat menjalani program KB. Mereka bisa memilih dua metode KB yang kita siapkan yakni KB implant dan KB IUD," kata dia.

Sumedi menambahkan dalam pelaksanaannya kegiatan ini menggandeng tim medis dari IBI dan Rumah Sakit DKT Kota Kediri.

Baca juga: Pemkot Kediri ingatkan penerima bantuan modal segera belanjakan uang

Ia mengapresiasi para akseptor yang ikut berpartisipasi melakukan KB. Selain mendukung program keluarga berencana, dengan ikut KB dinilai bisa menambah kesejahteraan keluarga. Orang tua dapat mengasuh dan mendidik anak-anaknya dengan baik, terpenuhinya gizi dan pendidikan.

"Dengan menjalani KB kami harapkan generasi di Kota Kediri menjadi generasi yang berkualitas dan luar biasa. Mudah-mudahan ke depan program KB semakin bagus dan zero stunting dapat terwujud di Kota Kediri," kata dia.

Sementara itu, Komandan Kodim 0809 Letkol. Inf. Aris Setiawan mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program TMMD yang sudah dimulai minggu lalu.

Dalam pelaksanaannya, TMMD memiliki fokus kegiatan yang beragam. Mulai kegiatan fisik seperti perbaikan mushola, perbaikan rumah tidak layak huni, pembangunan jalan, pembangunan tendon air, dan lainnya. Sedangkan untuk kegiatan non fisik yakni pelatihan hingga pelayanan kesehatan.

"Dengan ikut KB artinya sudah merencanakan ingin memiliki berapa anak dan bagaimana mendidik mereka agar dalam tumbuh kembangnya bisa baik dan optimal. Semoga apa yang sudah direncanakan dapat terwujud yakni memiliki anak-anak yang berhasil, sukses, mengabdi kepada orang tua, bangsa dan negara," kata dia.

Dandim menambahkan, TMMD direncanakan berlangsung selama satu bulan dan akan ditutup tanggal 10 Agustus 2023. Dengan sinergitas yang sudah terjalin, dirinya berharap TMMD bisa berjalan dengan lancar dan membawa manfaat untuk masyarakat.

"Dengan melibatkan masyarakat, beberapa kegiatan juga sudah kami jalankan. Semoga dalam pelaksanaannya hingga akhir nanti, TMMD bisa berjalan dengan baik dan lancar," kata Dandim.

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Taufik


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023