Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun, Jawa Timur menyiagakan sebanyak sembilan personel yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL).

"Total kita ada sembilan orang petugas. Teknisi APILL ada lima orang, sisanya petugas perawatan. Setiap hari petugas tersebut keliling untuk melakukan pengecekan," ujar Subkoordinator Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Madiun, Bayu Dwi Prasetyo, Sabtu.

Menurut dia, ada sekitar 1.300 unit APILL di Kota Madiun. Selain pengecekan terjadwal, petugas juga wajib siaga jika ada laporan terkait permasalahan lampu lalin sewaktu-waktu.

Adapun, laporan terbanyak karena terjadi mati lampu atau masalah pada driver LED-nya. Ada juga masalah korsleting listrik.

Bayu menyebut terkait dengan barang elektronik memang tidak bisa dipastikan, bahkan barang baru sekalipun bisa mati dalam hitungan hari.

"Ini berkaitan dengan keselamatan di jalan raya, jadi kami upayakan penanganan secepatnya agar berfungsi seperti seharusnya," kata dia.

Padahal, lampu yang ditangani juga tak sedikit. Bayu menyebut ada 29 titik untuk lampu lalu lintas. baik simpang 3, 4, maupun 5. Setiap titik terdapat dua jenis lampu, yakni lampu lalu lintas untuk kendaraan dan lampu untuk pejalan kaki.

Untuk di simpang 4 setidaknya ada 12 set lampu lalin untuk kendaraan dan delapan set untuk pejalan kaki. Tiap satu set lampu lalin kendaraan terdapat tiga lampu, yakni, merah, kuning, dan hijau. Sementara tiap set lampu lalin pejalan kaki hanya terdapat dua lampu, yakni, merah dan hijau.

"Jika ditotal, kurang lebih ada 1.300 lampu. Sudah kita jadwal untuk pemeriksaannya," kata Bayu.

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023