Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Koeshar Yudyarto mengatakan petugas kesehatan akan memberikan penanganan khusus kepada calon haji berisiko tinggi yang berusia lebih dari 60 tahun dan memiliki riwayat penyakit kategori berat.

"Berdasarkan data dari Kementerian Agama (Kemenag) Jember total jamaah calon haji yang berangkat tahun ini sebanyak 2.282 orang dan 50 persennya berusia 60 tahun ke atas," katanya di Jember, Jumat.

Menurutnya, calon haji yang berusia 60 tahun tentu masuk dalam kategori risiko tinggi terhadap kesehatan, bahkan jumlah calon haji yang memiliki riwayat penyakit berat seperti stroke, jantung, diabetes, kolesterol juga banyak, sehingga total calon haji risiko tinggi mencapai sekitar 1.200 orang.

"Tahun ini jumlah calon haji risiko tinggi cukup banyak dan mereka diberi dari gelang, sehingga dari gelang tersebut dapat diketahui punya penyakit apa dan akan diperhatikan oleh petugas kesehatan," tuturnya.

Bahkan ada tiga orang yang berusia lebih dari 100 tahun, kata dia, sehingga memerlukan pemantauan dan penanganan secara khusus agar para lansia bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar.

"Kami juga mengimbau para calon haji lainnya juga bekerja sama untuk membantu calon haji yang kategori risiko tinggi karena jumlah petugas kesehatan juga terbatas, namun mereka akan bekerja memberikan pelayanan yang maksimal," katanya.

Ia menjelaskan ada beberapa calon haji yang memerlukan penanganan khusus, seperti jamaah calon haji yang menggunakan kursi roda sebanyak 15 orang dan jamaah calon haji yang kakinya perlu perawatan karena menderita diabetes.

"Petugas kesehatan juga akan memaksimalkan ketua rombongan, regu, dan kelompok terbang untuk membantu para jamaah calon haji yang risiko tinggi dan lansia agar semuanya bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar," ujarnya.

Jumlah jamaah calon haji Jember tersebut terbagi dalam enam kelompok terbang (kloter) yakni kloter 55,56,57,67,68, dan 69 yang dijadwalkan berangkat dari Jember menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 13 Juni 2023 dan 17 Juni 2023.

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023