DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya mantan Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana karena sakit jantung pada Sabtu (27/5) malam sekitar pukul 23.17 WIB.

"Semua kehilangan salah seorang kader terbaik sekaligus pejuang partai yang gigih," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono di Surabaya, Minggu.

Whisnu Sakti adalah putra bungsu Ir. Sutjipto, mantan Sekjen DPP PDIP. Dalam karir organisasinya, Whisnu pernah menjabat Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya. Kemudian menjadi Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, 2009-2019 atau selama dua periode. 

Pada masa reformasi, Whisnu juga memimpin Posko Pandegiling, yang menjadi titik penting pergerakan kader banteng dan massa rakyat.

Dalam karir pemerintahan, Whisnu Sakti pernah menjadi anggota DPRD Jawa Timur, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Wakil Wali kota Surabaya dan Wali Kota Surabaya sempat menggantikan Tri Rismaharini saat menjadi Menteri Sosial.

"Sugeng tindak Mas Whisnu, doa terbaik dari kami semua. Selamat beristirahat dalam kedamaian Allah SWT, dan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisi-Nya. Amin," kata Cak Awi, sapaan akrabnya.

Iai mengenal Whisnu sebagai sosok ramah dan peduli. Beliau juga selalu bermurah hati untuk membimbing anak-anak muda yang baru berkiprah di partai. 

"Mas Whisnu selalu mengajarkan dan memberi teladan kepada kami semua tentang komitmen kerja kerakyatan, dan kepedulian kepada sesama," ucap Adi.
 

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023