Penyedia jaringan internet PT Fiber Networks Indonesia (Fibernet) Surabaya merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 dengan menggelar buka bersama pelanggan dan menyantuni anak yatim piatu.

Branch Manager Fibernet Surabaya Andy Kusuma usai kegiatan di Surabaya, Jumat, mengatakan, sejak berdiri pihaknya selalu mengupayakan untuk memperkenalkan produknya ke masyarakat, khususnya perusahaan, instansi pemerintahan, hotel bahkan rumah sakit.

"Alhamdulillah dari pelanggan sejak awal buka pada 2020 sampai sekarang terus bertambah, ini sudah cukup bagus karena yang kita kejar bukan klien kita yang Fiber To The Home (FTTH) tapi Goverment, corporate ataupun hotel dan lainnya," ujarnya.

Kapasitas yang disediakan, lanjutnya, mulai dari 5 MBps hingga 500 Gbps yang pihaknya sediakan untuk memenuhi jaringan internet pelanggan.

"Bahkan saat pandemi kemarin, waktu kita awal buka, ada beberapa rumah sakit yang memakai jasa kita, jadi kami harus memakai hazmat untuk instalasi internet di rumah sakit itu," ucapnya.

Menurut dia, dibukanya Fibernet di Surabaya saat gencarnya pandemi COVID-19 adalah hal yang tepat karena banyak dari instansi maupun perusahaan yang membutuhkan jaringan internet.

"Banyak peluang, terutama sekolah-sekolah yang membutuhkan untuk belajar daring kemudian corporate yang juga butuh kapasitas besar," katanya.

Untuk saat ini, kata dia, pihaknya masih belum ada target menggaet pelanggan-pelanggan yang besar karena fokusnya untuk memperkenalkan produknya dahulu.

"Target kami tidak terlalu besar, saat ini kami ingin memboomingkan dulu Fibernet, supaya warga Surabaya ataupun Jatim lebih mengenal," tuturnya.

Meskipun begitu, pelanggan terjauh dari Fibernet Surabaya ada di Kabupaten Banyuwangi untuk wilayah Jawa Timur.

"Jaringan kita nasional tetapi untuk kantor Surabaya bertanggung jawab seluruh Jawa Timur, bahkan pelanggan kita di luar Jawa Timur, juga ada di Sulawesi Utara, tepatnya di Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur," ujar Andy.

Andy berharap, tahun depan Fibernet masih bisa eksis dan lebih dikenal oleh masyarakat hingga jaringan FTTH bisa terlaksana.

"Semoga masih bisa eksis dan calon pelanggan dapat mengenal Fibernet dan juga kalau keinginan saya dapat merambah ke jaringan FTTH juga, untuk rumahan," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang perwakilan dari instansi pemerintahan, Eko Yulianto, mengatakan dari pertama memakai Fibernet tahun 2020 hingga saat ini tidak ada kendala yang berarti.

"Selama tiga tahunan enak-enak saja, bagus dan lancar jaringannya saat kami memakai di kantor di daerah Juanda dan site di Jakarta tidak ada kendala," katanya.

Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin

Editor : Abdul Hakim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023