Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengajak ulama untuk memperkuat toleransi beragama sehingga tercipta tali silaturahim yang semakin baik.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Kamis, mengemukakan peran dari ulama sangat penting berkolaborasi dengan pemerintah daerah guna memajukan kota ini. 

"Terima kasih atas kerja sama kita selama ini saya banyak dibantu dalam mewujudkan toleransi dalam beragama di Kota Kediri. Pertumbuhan ekonomi dan pendidikan juga baik menurut data dari BPS," katanya di sela silaturahim Forkopimda beserta ormas Islam di Kota Kediri. 

Wali Kota juga mengatakan tantangan ke depan harus dihadapi, apalagi di tahun 2023 akan ada perkembangan besar di Kediri yakni dengan adanya bandar udara dan jalan tol yang tentunya juga berdampak untuk kota ini. 

"Kita harus perkuat Kota Kediri karena pergeseran psikologi, sosial dan budaya pasti ada. Toleransi yang kita bangun harus diperkuat. Siapapun boleh masuk tapi kearifan lokal Kota Kediri harus dijaga sebaik-baiknya," kata dia. 

Wali Kota Kediri juga mengajak kepada semua pihak untuk terus mengembangkan berbagai macam potensi di daerah. 

"Potensi-potensi ekonomi yang positif harus dikembangkan. Mari bersama-sama menjaga Kota Kediri," kata dia. 

Dalam kegiatan yang digelar di PCNU Kota Kediri tersebut, Wali Kota juga menyerahkan secara simbolis santunan kepada anak-anak dengan thalasemia serta menyerahkan piagam bagi Pagar Nusa yang berhasil meraih 16 emas, tujuh perak dan dua perunggu dalam "Kapolri Cup" tahun 2023.

Turut hadir dalam kesempatan sama, Sekretaris Daerah Kota Kediri Bagus Alit, Ketua PCNU Kota Kediri K.H. Abu Bakar Abdul Jalil, Ketua PD Muhammadiyah Kota Kediri Achmad Khoirudin, Ketua DPD LDII Kota Kediri Agung Riyanto, dan tamu undangan lainnya.

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023