Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak masyarakat pada peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW jadi momentum untuk muhasabah diri khususnya dalam menghadapi bencana banjir yang sempat melanda kawasan perkotaan beberapa waktu lalu.

"Jadikan momen Isra Miraj ini untuk muhasabah, merefleksikan diri. Terutama dalam menghadapi cobaan, seperti banjir dan longsor beberapa waktu lalu," kata Bupati Ipuk dalam sambutannya saat memperingati Isra Miraj 1444 Hijriah di Masjid Babussalam Sekretariat Daerah Banyuwangi, Jumat (17/2).

Menurut dia, Isra Miraj sendiri adalah cara Allah SWT untuk menghibur Nabi Muhammad saat menghadapi ujian yang berat. Kala itu, Nabi ditinggal wafat istrinya, Siti Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib. Untuk menghiburnya, lantas Allah menjalankannya ke Sidratulmuntaha. Di sana, Rasulullah menerima perintah shalat wajib lima waktu setiap hari.

"Dalam konteks menghadapi cobaan, marilah kita jadikan nilai-nilai ajaran shalat sebagai bekal untuk menanggulangi cobaan ini. Salah satu caranya dengan berikhitiar dan bertawakal," ujar Ipuk.

Ikhtiar tersebut, katanya, dilakukan dengan empat hal, mulai dari penghijauan kembali kawasan yang menjadi daerah tangkapan hujan, penguatan dan peninggian tangkis di sepanjang sempadan sungai, normalisasi sungai dan rekayasa pengendalian air di sejumlah titik dan melakukan edukasi warga di sekitar sungai.

"Selebihnya kita berdoa kepada Allah agar Banyuwangi diberikan keselamatan dan dilindungi dari segala macam bencana, Aamiin," tutur Ipuk.

Peringatan Isra Miraj tersebut diisi dengan kegiatan shalawat dan doa bersama. Diikuti oleh seluruh jajaran SKPD, camat, kepala desa, tokoh agama, dan masyarakat sekitar. Selain itu, juga diisi dengan ceramah agama oleh Pengasuh PP Adz-Dzikra Banyuwangi, K.H. Ir. Achmad Wahyudi.

Dalam ceramahnya, Kiai Wahyudi menegaskan tentang makna shalat untuk memperkokoh nilai-nilai kehidupan.

"Shalat sejatinya tidak hanya proses menyembah Allah SWT. Tapi, shalat itu harus dapat terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari. Hidup yang tidak merusak lingkungan yang kemudian menyebabkan banjir," katanya.

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023