Taman Safari Indonesia II Jatim mengajak sekitar 1.500 peserta berkompetisi lari melewati beberapa exhibit hewan liar dengan tajuk “Safari Run 2023” agar masyarakat peduli dengan satwa dan lingkungan.
 
General Manager Taman Safari II Jatim dan Baobab Safari Resort Lies Yuwati mengatakan kompetisi ini menandakan bahwa konservasi bisa bersanding dengan gaya hidup di era saat ini.
 
“Konservasi dan gaya hidup akan menjadikan masyarakat merasa dekat dan memiliki kepedulian terhadap satwa dan lingkungan,” katanya ditemui usai "Safari Run" di Kompleks Taman Safari Indonesia II Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu.
 
Pihaknya juga bersyukur atas kelancaran terselenggaranya even tersebut, serta antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah.
 
“Begitu kuota sudah terpenuhi, langsung kami tutup. Mereka tak hanya datang dari Jawa Timur, melainkan ada juga dari Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan masih banyak lagi,” ucapnya.
 
Dalam even ini, lanjut dia, peserta mendapatkan kesempatan untuk berlari sembari berinteraksi bareng satwa liar di Kawasan Afrika, di antaranya gajah, kuda nil, zebra, unta, jerapah dan lainnya.
 
“Yang membedakan even lari kami dengan lainnya terletak pada rutenya. Rute peserta ini melewati satwa-satwa di Kawasan Afrika. Bahkan tak jarang para peserta berhenti sejenak untuk swafoto dengan koleksi satwa yang ada. Namun untuk keamanan akan tetap dijaga oleh keeper, sehingga peserta maupun panitia tetap terlindungi,” ujarnya.
 
Rute yang tersedia dalam even lari tahun ini hanya 5 kilometer (5K) agar dapat menjangkau semua kalangan.
 
“Ini bisa diikuti oleh semua usia mulai lima tahun ke atas karena tidak terlalu berat. Konsepnya di tahun ini juga fun run, jadi mendekatkan hubungan antara anak dan orang tua,” kata Lies.

Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023