Kodam V/Brawijaya bekerja sama dengan Pemkot Surabaya siap menggelar vaksinasi booster secara massal di Kota Pahlawan, Jawa Timur, dalam waktu dekat ini.

"Tadi disampaikan oleh Pak Pangdam V/Brawijaya, Insya Allah nanti kalau sudah ada aturan baru dari Pemerintah Pusat terkait vaksin booster, kami siap membantu vaksinasi massal seperti sebelumnya," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi usai menggelar pertemuan dengan Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Nurchahyanto di Balai Kota Surabaya, Kamis.

Menurut Eri, pihaknya mengaku siap mengerahkan seluruh tenaga kesehatan dan jajarannya untuk berkolaborasi dengan Kodam V/Brawijaya dalam pelaksanaan vaksin booster. 

"Maka seluruh tenaga kesehatan Kota Surabaya akan kita tugaskan ke Kodam V/Brawijaya," ujar Wali Kota Eri.

Namun demikian, wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu belum bisa memastikan vaksin booster ini nantinya menyasar siapa saja. Yang pasti, lanjut dia, pihaknya masih menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat dan Pangdam V/Brawijaya.

Ia berharap kepada masyarakat agar turut serta dalam mencegah penyebaran COVID-19 dan mengantisipasi adanya virus varian baru ketika pelaksanaan vaksin booster dimulai. Terlebih, ia juga membolehkan masyarakat mengikuti vaksinasi booster meskipun bukan KTP Surabaya.

"Siapapun yang ada di Kota Surabaya, KTP Surabaya maupun tidak. Maka kami akan semakin sehat dan mengamankan kota ini. Rencananya untuk umum, tapi kami tunggu dulu aturan dari Pemerintah Pusat, setelah itu Pak Pangdam berjalan," katanya.

Tidak hanya berkolaborasi dalam pelaksanaan vaksin dosis ketiga, Cak Eri bersama Mayjen TNI Nurchahyanto juga bekerja sama dalam penanganan pekerja migran Indonesia (PMI). Untuk menangani PMI, Cak Eri telah menyiapkan tempat karantina khusus di Asrama Haji. 

Bukan hanya tempat karantina, bahkan ia juga telah menyiapkan tenaga kesehatan dan Linmas untuk ditugaskan di Asrama Haji.

"Pak Pangdam juga akan memanfaatkan aset Kodam V/Brawijaya dan 19 hotel untuk tempat karantina. Terima kasih kepada Pak Pangdam, karena koordinator dan yang mengawasi PMI masuk ke Surabaya adalah Pak Pangdam. Ketika PMI masuk ke Surabaya, Insya Allah bisa dikendalikan, maka tidak ada kasus COVID-19 melonjak sehingga sehingga kota ini menjadi aman dan nyaman," katanya.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI  Nurchahyanto mengatakan, hubungan baik yang selama ini terjalin antara Kodam V/Brawijaya dan Pemkot Surabaya harus tetap berlanjut. Menurut dia, penanganan COVID-19 di Kota Surabaya perlu sosok kreatif dan inovatif seperti Wali Kota Eri.

"Kami menunggu instruksi dari pusat kapan boleh dimulainya vaksin booster (dosis ketiga). Kalau sudah ada kebijakan dari Pemerintah Pusat, kami menyesuaikan kemudian melaksanakan vaksinasi secara massal. Tentunya, akan terus berkolaborasi dengan seluruh instansi terkait, termasuk dengan Pak Wali untuk mensosialisasikan kegiatan itu," kata Mayjen TNI Nurchahyanto. (*)
 

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022