Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, membatalkan rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada awal Juli 2021, menyusul masih tingginya angka penyebaran virus corona jenis baru penyebab COVID-19 di daerah itu.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali di Sidoarjo, Selasa mengatakan tingginya kasus penyebaran COVID-19 di daerahnya menjadi penyebab utama batalnya sekolah tatap muka sehingga lebih memilih melanjutkan sekolah daring (dalam jaringan).

"Pelaksanaan sekolah kembali dilaksanakan secara daring, sampai tren COVID-19 menurun,” kata Ahmad Muhdlor Ali di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.

Ia mengemukakan prinsip pencegahan COVID-19 adalah seperti "gas" dan "rem" pada kendaraan, sehingga harus disesuaikan dengan kondisi penyebaran virus corona.

Kalau dipaksakan, kata dia, pembelajaran tatap muka sekolah tetap dalam jaringan.

Saat ini, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tengah fokus pada pengetatan protokol kesehatan di masyarakat, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro dan vaksinasi terus digencarkan.

"Kami juga telah menambah jumlah bad rumah sakit yang menangani pasien COVID-19," katanya.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat supaya tetap memperhatikan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menghindari kerumunan serta menjaga jarak.

Data di Kabupaten Sidoarjo saat ini jumlah pasien positif COVID-19 sebanyak 11.645 orang, yang sudah sembuh 10.957 orang, serta meninggal dunia 635 orang.

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021