Inflasi pada April 2021 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebesar 0,08 persen yang dipicu oleh kenaikan harga daging ayam ras yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi di kabupaten setempat.

"Lima komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi pada April 2021 adalah daging ayam ras, cabai merah, tongkol diawetkan, emas perhiasan, dan telur ayam ras," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember Arif Joko Sutejo dalam siaran pers secara daring di kantor BPS setempat, Senin.

Sedangkan lima komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah cabai rawit, sawi hijau, beras, ikan lele, tempe, dan bawang merah karena stok atau persediaan cukup banyak di pasaran.

"Dari sebelas kelompok pengeluaran, lima kelompok pengeluaran mengalami inflasi, dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi, dan empat kelompok pengeluaran stabil," tuturnya.

Menurutnya, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga masing-masing sebesar 0,34 persen, dan kelompok yang mengalami inflasi terendah adalah kelompok transportasi sebesar 0,01 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi terbesar adalah kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,05 persen, dan kelompok yang mengalami deflasi terendah adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen.

"Kami menilai bahwa pengendalian inflasi jelang lebaran di Jember sangat berhasil karena langkah-langkah yang dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dapat menghambat laju inflasi," katanya.

Ia menjelaskan inflasi Jember lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,13 persen dan inflasi Jawa Timur sebesar 0,10 persen.

"Dari delapan kota IHK di Jawa Timur, semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 0,53 persen dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Banyuwangi sebesar 0,02 persen," ujarnya.

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021