Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyambung tali silahturahim dengan pengungsi Sampang (eks penganut Syiah) yang kini tinggal di Rumah Susun Jemundo Sidoarjo, Jatim, Minggu.
 
Hadir dalam kegiatan itu Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa (Wakil Rais Syuriah), K.H. Abdus Salam Shohib (Wakil Ketua), K.H. M Syamsudin (Wakil khatib), Ir. H. Mathorur Rozaq (Bendahara), dan beberapa pengurus lainnya.
 
"Tujuan kami ke sini untuk menyambung tali silaturahim dan persaudaraan atas dasar rasa kemanusiaan warga bangsa. Di sisi lain kami juga ingin membantu agar hak-hak dasar sebagai warga negara terpenuhi dengan baik," kata Gus Salam, sapaan akrab K.H. Abdus Salam Shohib dalam keterangan tertulisnya.
 
Gus Salam juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dilakukan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir ke-98 NU dengan maksud meneladani para muasis atau pendiri NU. Sebab di NU, ada tiga konsep ukhuwah atau persaudaraan yang harus dijalankan secara proporsional.
 
"Yakni ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama warga bangsa) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia)," jelas kiai yang juga Ketua Panitia Harlah ke-98 PWNU Jawa Timur ini.
 
Dalam kesempatan itu, koordinator pengungsi Sampang Ustadz Ali Mustadlo alias Tajul Muluk menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian dan kepedulian para kiai NU.
 
"Kami merasa sangat terhormat atas kehadiran para kiai. Mohon doanya semoga ke depan kami bisa menjalani kehidupan yang lebih baik," katanya.
 
Di depan para kiai, ia juga menegaskan telah berikrar meninggalkan keyakinan terdahulu.

Ia pun berharap ke depan semuanya bisa kembali memperbaiki hubungan yang retak dan menjalin persaudaraan, terutama dengan saudara yang ada di Sampang.
 
"Kami berikrar dengan setulus hati bahwa kami sudah bergabung dengan panjenengan semua sebagai pengikut Ahlussunnah Waljamaah," tukasnya.
 
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nadhaltul Ulama (PCNU) Sampang K.H. Itqon Busyiri mengapresiasi upaya PWNU Jawa Timur dalam merajut ukhuwah bersama mantan warga Syiah dari Sampang. Pihaknya juga akan terus melakukan pendampingan agar kehidupan mereka bisa lebih baik.
 
Mewakili para pengungsi, ia juga berterima kasih NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Jawa Timur telah memberikan bantuan paket sembako dan perlengkapan alat shalat.
 
"Kami telah menyaksikan sendiri mereka berikrar kembali ke pangkuan Aswaja. Kami akan terus berusaha memberikan pendampingan dan bimbingan. Karena itu kami juga mohon doa dan dukungan dari para kiai di PWNU Jawa Timur," katanya.

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021