Kepolisian daerah Jawa Timur memeriksa 28 orang saksi untuk menyelidiki peristiwa bentrokan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Madura dengan aparat yang terjadi di depan kantor Bupati Pamekasan pada Kamis (25/6).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Surabaya, Jumat, mengatakan bahwa 28 orang saksi yang diperiksa terdiri dari tiga orang aktivis PMII, lima orang dari anggota Satpol PP, dan 20 anggota Polri.

"Iya saat ini masih dalam proses penyidikan yang dilakukan Propam Polda Jatim dengan dipimpin langsung Kabid Propam Polda Jatim Kombes Pol Puji Hendro Wibowo," katanya.

Truno menegaskan peristiwa bentrokan di depan kantor Bupati Pamekasan itu mendapatkan perhatian dari Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran yang memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki penyebab bentrokan. 

"Penyelidikan cepat ini atas perintah Bapak Kapolda Jatim agar persoalan ini bisa segera selesai," ujarnya. 

Kombes Truno menambahkan Kapolres Pamekasan AKBP Joko Lestari juga tengah melakukan dialog dengan pihak keluarga korban dan berharap masalah ini bisa diselesaikan. 

Pada Kamis (25/6), terjadi demonstrasi ratusan mahasiswa yang menuntut 320 tambang galian C di Pamekasan ditutup. Demo tersebut diwarnai bentrokan mahasiswa dengan petugas.

Bentrokan mahasiswa dengan polisi dan Satpol PP ini mengakibatkan seorang mahasiswa terluka dan harus dievakuasi ke RSUD Slamet Martodirdjo Pamekasan.

Demo ratusan mahasiswa dari PMII Pamekasan ini berlangsung panas karena tidak ditemui bupati. Akhirnya, mahasiswa berlarian dari pintu gerbang Kantor Bupati menuju Rumah Dinas Bupati Pamekasan.

Pewarta: Willy Irawan

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020