Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penyaluran bantuan langsung tunai dana desa kepada masyarakat terdampak COVID-19 bisa rampung sebelum Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah.

Khofifah mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta penyaluran BLT dana desa bisa rampung sebelum Idul Fitri, yang diperkirakan jatuh pada 24 Mei 2020.

"Pencairan BLT dana desa diarahkan Presiden sebelum Idul Fitri, seyogyanya bisa cair semua," kata Khofifah di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis.

Pencairan BLT dana desa sebelum perayaan Idul Fitri tersebut agar para penerima bisa benar-benar merasakan manfaat bantuan itu, khususnya untuk memenuhi kebutuhan di tengah pandemi COVID-19.

Khofifah menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam waktu beberapa hari terakhir melakukan pendistribusian BLT dana desa secara virtual. Beberapa wilayah yang sudah melakukan pencairan 100 persen antara lain adalah, Lumajang dan Trenggalek.

"Ini akan kita jadikan role model percepatan pencairan BLT dana desa," kata Khofifah.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, tercatat penyaluran BLT dana desa mencapai Rp21,432 miliar, yang diterima oleh 35.750 keluarga penerima manfaat yang tersebar di 466 desa pada 15 daerah di Jawa Timur.

Berbagai bantuan disalurkan pemerintah pusat dan daerah dalam upaya untuk mengurangi dampak ekonomi yang timbul akibat penyebaran COVID-19.

Pemberian bantuan itu diharapkan bisa menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah, yang mata pencariannya terganggu akibat adanya pandemi COVID-19, utamanya bagi sektor pekerja informal.

Sebagai catatan, di wilayah Jawa Timur, seluruh kabupaten kota telah ditetapkan menjadi zona merah penyebaran COVID-19. Hal tersebut berarti, seluruh wilayah di Provinsi Jawa Timur, terdapat kasus positif COVID-19.

Secara keseluruhan, di Provinsi Jawa Timur terdapat 1.766 pasien positif COVID-19. Sementara data lainnya, sebanyak 1.963 berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan sebanyak 4.295 merupakan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Pewarta: Vicki Febrianto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020