Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Jawa Timur, langsung bergerak cepat menangani warga yang kulitnya bentol-bentol merah, karena diduga terkena cairan disinfektan dari mobil PMK pada saat penyemprotan.

Dokter Fungsional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewandhie dr. Desy Hinda Pramita Sp.KK, di Surabaya, Senin, mengatakan, pihaknya sudah menemui langsung warga berinisial IN di rumahnya Tambaksari untuk dilakukan pemeriksaan dan anamnesis mencari riwayat pasien.

"Hasilnya, pasien itu terkena herpes zozter thorakalis. Jadi, penyebabnya bukan karena cairan disinfektan," katanya.

Menurut dia, tidak ada hubungan antara penyakit herpes zozter thorakalis dengan terkena cairan disinfektan. Kebetulan munculnya penyakit itu hampir bersamaan dengan orang tersebut terkena cairan disinfektan.

Desi menjelaskan, setelah diperiksa kemudian dilakukan diagnosa pembanding, yakni dermatitis kontak. Artinya, jika memang pasien yang bersangkutan terkena disinfektan di tubuhnya.

"Lantas mengapa yang bentol-bentol hanya dibahu bagian kirinya? Tentunya ini menjadi aneh. Saya yakin bahwa penyakit tersebut bukanlah karena cairan disinfektan, melainkan karena virus. Terlebih lagi pasien itu sedang mengalami penurunan daya tahan tubuh," ujarnya.

Sebenarnya saat memeriksa pasien, Desi berulang kali memaparkan bahwa timbulnya herpes zozter thorakalis ini bukan karena cairan disinfektan.

Hanya saja, jika dilihat dari riwayat penyakit ini, mulai timbul hampir bersamaan dengan pasien terkena cairan. Padahal, sebelumnya pasien ini lebih dahulu mengalami gejala seperti meriang dan panas dingin.

"Sudah saya terangkan kepada ibunya (pasien) ini adalah bersamaan. Sebenarnya ibu ini sudah ada gejala tidak enak badan untuk mau jadi herpes. Kebetulan pada saat itu, kok ya kecipratan disinfektan. Tapi, disinfektan ini bukan menyebabkan herpes. Tidak, tidak ada hubungannya," katanya.

Bahkan, lanjut dia, sehari sebelum Puskesmas Rangkah menjemput pasien dan dibawa ke RSUD dr. Soewandhie untuk diperiksa, perempuan berusia 60 tahun itu sudah mendapat penanganan pertama dari tim gerak cepat (TGC) dengan memberikan resep obat anti virus dan vitamin.

"Pasien bilang semalam sudah mulai enak tidurnya. Bersih dan nyaman tidak merasakan perih karena obat," katanya.

Selanjutnya, Desi memastikan bahwa setelah pemeriksaan dan pemberian obat anti nyeri dan vitamin itu diberikan, pasien bisa kembali melakukan kontrol minggu depan. "Saya sudah sampaikan minggu depan jadwalnya kontrol kembali. Jadi, sekali lagi murni bukan karena disinfektan," katanya.

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020