Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi kembali mengirimkan bantuan alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat kepada rumah sakit pendidikan PTN Universitas Airlangga dan Universitas Gadjah Mada yang terlibat dalam penanganan COVID-19.

Bantuan APD tersebut terdiri dari 1.500 unit baju hazmat untuk RS Universitas Airlangga, 1.000 unit baju hazmat untuk RS Akademik Universitas Gadjah Mada, dan 500 unit untuk Fakultas Kedokteran UGM.

Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Paristiyanti Nurwardani menjelaskan bahwa pengiriman APD Baju Hazmat itu merupakan salah satu upaya Kemendikbud untuk turut serta memerangi pandemi COVID-19.

"Ini merupakan salah satu perwujudan sinergi antar unit kerja di Kemdikbud untuk bersama bergotong royong memerangi pandemi," kata Paris.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nizam menjelaskan bahwa pengiriman bantuan APD untuk RS Unair, RS Akademik UGM, dan Fakultas Kedokteran UGM itu merupakan wujud nyata dari penyesuaian anggaran Kemendikbud untuk penanganan pandemi COVID-19.

Nizam menjelaskan, untuk penanganan COVID-19, Kemendikbud melakukan penyesuaian anggaran sebesar Rp405 miliar.

Pengiriman APD untuk RS Unair, RS Akademik UGM, dan Fakultas Kedokteran UGM itu merupakan tahap kedua penyerahan bantuan dari Kemendikbud untuk rumah sakit PTN.

Sebelumnya, Kemendikbud juga telah menyerahkan bantuan APD berupa 2.000 unit baju hazmat, 2.000 unit pelindung muka dan 466 unit sepatu bot yang diserahterimakan kepada RS Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran.

Pewarta: Indriani

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020