Organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Timur mendukung program antisipasi meluasnya sebaran penyakit akibat virus corona atau corona virus disease (COVID-19) melalui penyemprotan cairan diinfektan ke sejumlah tempat seperti tempat-tempat  ibadah, sekolah,  maupun pusat-pusat layanan publik.

"Kita saat ini sudah melakukan penyemprotan sekitar 80 titik dari 120 permintaan yang kami terima," kata Gunawan, petugas ACT Jatim di sela melakukan penyemprotan disinfektan di Kantor Berita  ANTARA, di Surabaya, Rabu.

Menurut Gunawan, ACT akan melayani dan menyelesaikan permintaan-permintaan dari berbagai pihak untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Permintaan penyemprotan akan ditangani oleh ACT Jatim yang kini memiliki cabang di Jember, Malang dan Surabaya.
     
ACT adalah organisasi nirlaba profesional yang memfokuskan kerja-kerja kemanusiaan pada penanggulangan bencana mulai fase darurat sampai dengan fase pemulihan pasca-bencana.

Terkait dengan mewabahnya COVID-19, Gunawan mengemukakan, ACT bersama-sama pihak terkait mendukung upaya antisipasi agar sebaran virus tersebut tidak semakin meluas, di antaranya dengan melakukan penyemprotan masjid, gereja, sekolah, perkantoran dan pusat layanan publik.  

Sementara itu, data situs Jatim Tanggap COVID-19  dari Pemprov Jatim pada 31 Maret menyebutkan total ada 6.565 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 420 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 93 terkonfirmasi positif corona. 
Sedangkan pada 30 Maret, terdapat ODP sebanya 5.821 kasus,  PDP sebanyak 336 kasus dan terkonfirmasi positif corona sebanyak 91 kasus, atau terdapat peningkatan. (*)
  

Pewarta: SHP

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020