Komisi D Bidang Kesra dan Pendidikan DPRD Kota Surabaya menyarankan  pemkot mengubah strategi pemberian bantuan subsidi kepada sekolah swasta agar bisa bersaing dengan sekolah negeri.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto di Surabaya, Jumat, mengatakan pihaknya menginginkan sekolah swasta dapat lebih bersaing dengan sekolah negeri dalam Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) tahun ajaran 2020/2021.

"Agar sekolah swasta dapat bersaing, pihak Pemkot perlu mengubah strategi memberikan bantuan subsidi kepada sekolah swasta," kata Herlina.

Untuk itu, kata dia, ke depan pemerintah kota itu tidak hanya memberikan 'feeding' untuk sekolah swasta, tapi juga menghidupkan sekolah swasta itu juga.

Artinya, lanjut dia, kalau biasanya sekolah swasta siswanya sedikit kemudian disubsidi oleh pemkot untuk gaji gurunya dan biaya operasionalnya.

Namun, untuk tahun ini Pemkot Surabaya memberikan kepastian terkait jumlah kuota, dan tidak menampung siswa secara berlebihan khususnya untuk sekolah negeri.

Hal ini, kata Herlina, bertujuan agar nantinya sekolah swasta dapat semakin bersaing dengan sekolah negeri. Mengingat masih belum meratanya lokasi sekolah negeri di Surabaya jika mengikuti sistem zonasi.

"Sekolah negeri ini bukanlah satu-satunya solusi untuk warga Kota Surabaya ini untuk bersekolah. Jadi ada sekolah-sekolah swasta yang memang harus dihidupkan oleh pemerintah kota," katanya.

Menurut dia, pemkot perlu mematuhi aturan Permendikbud terkait PPDB mengingat telah banyaknya sekolah swasta yang telah berkembang di Kota Surabaya yang siap menampung murid baru.

"Dana APBD itu kemudian bisa untuk mensubsidi sekolah swasta maka keseimbangan untuk penerimaan siswa-siswa sesuai dengan permendikbud itu menjadi salah satu solusi agar pendidikan kota Surabaya bisa seimbang antara sekolah negeri dan sekolah swasta," katanya.

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020