Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan tumpahan minyak mentah milik Pertamina di perairan utara Karawang sudah menyebar sampai dua desa di Kabupaten Bekasi.

"Saya telah menerima laporan, bahwa sudah ada dua desa di Kabupaten Bekasi, enam desa di Karawang yang telah tercemar tumpahan minyak. Tapi Untungnya masyarakat bergerak cepat dan langsung dikeruk dan diambil," kata Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK MR Karliansyah di Surabaya, Kamis.

Karliansyah yang ditemui dalam acara Workshop Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Pesisir mengaku, dirinya bersama tim KLHK telah ke lapangan, namun karena suasana belum bisa diatasi sehingga tidak bisa terlalu dekat dengan lokasi tumpahan.

"Secara umum kami minta kepada Pertamina untuk menutup, dan kedua mengendalikan tumpahan itu, sebab mereka informasikan kejadiannya di laut dalam dan secara bertahap sudah ditanggulangi," katanya.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan tim Pertamina di lapangan tumpahan akibat kebocoran pipa itu bisa ditutup pada akhir Agustus 2019, dan pemerintah telah meminta Pertamina untuk melakukan langkah cepat.

"Kita minta Pertamina pertama tadi bagaimana caranya itu secepatnya bisa ditutup, yang kedua bisa dikendalikan," katanya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jabar, menyatakan tumpahan minyak mentah milik Pertamina di perairan utara Karawang sudah menyebar di tujuh desa yang berada di wilayah pesisir utara Karawang.

"Dari hasil laporan monitoring, ada tujuh desa yang terkendala dampak kebocoran minyak mentah milik Pertamina," kata Kabid Kedaruratan BPBD setempat Ruchimat, di Karawang

Tujuh desa yang terkena dampak bocornya minyak mentah itu di antaranya Desa Pusakajaya Utara Kecamatan Cilebar, Desa Pakis Kecamatan Pakisjaya, serta Desa Sungaibuntu Kecamatan Pedes.

Selain itu juga Desa Sedari dan Desa Cemarajaya Kecamatan Cibuaya serta Desa Tambaksari dan Tambaksumur Kecamatan Tirtajaya.

Sejak beberapa hari terakhir kondisi air laut di wilayah perairan utara Karawang terkontaminasi dengan minyak mentah milik dari kegiatan eksplorasi PHEONWJ di lepas pantai Cilamaya.

Akibat bercampurnya air laut dengan minyak mentah, kondisi bibir pantai di wilayah perairan utara Karawang jadi menghitam. Bahkan terlihat gumpalan-gumpalan hitam karena minyak mentah bercampur dengan pasir.

Pewarta: A Malik Ibrahim

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019