Kediri (Antaranews Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memantau langsung pengerjaan pembangunan jembatan Brawijaya di Kediri, Jawa Timur, guna memastikan penyelesaian proyek itu menjelang tahun baru 2019.

"Mas Abu pernah berjanji kepada masyarakat Kota Kediri bahwa apabila Mas Abu bersama Ning Lik dipercaya untuk memimpin Kota Kediri akan melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan yang sempat mangkrak, karena terkendala kasus hukum," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Kediri Apip Permana di Kediri, Jumat.

Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri itu berjalan di atas jembatan menyusuri setiap sudut di dampingi Pelaksana Tugas Kepala PUPR Kota Kediri, Asisten II dan III, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, serta pihak PT Fajar Parahiyangan, yang mengerjakan proyek tersebut.

Wali Kota juga sempat menanyakan beberapa hal terkait penyelesaian pengerjaan jembatan. Dialog tersebut berlangsung dengan serius, sebab Wali Kota juga ingin memastikan pembangunan jembatan itu sesuai dengan target atau tidak.

"Dari jawaban para pendamping sudah dipastikan bahwa penyelesaian pengerjaan pembangunan jembatan Brawijaya tepat waktu, yaitu pada tanggal 26 Desember 2018 sesuai kontrak kerja," kata dia.

Pembangunan jembatan itu sempat berhenti pengerjaannya beberapa tahun karena terkendala kasus hukum. Dalam proses pembangunannya, ruas jalan di atas jembatan dibagi dua jalur, masing-masing jalur selebar 6 meter, sehingga kendaraan roda empat juga bisa leluasa lewat.

Selain menyelesaikan pembangunan jembatan Brawijaya, janji politik Mas Abu untuk menyelesaikan program yang baik dari kepala daerah sebelumnya, yaitu pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran II dan Kampus Politeknik Kediri.

Kini, keduanya juga telah terealisasi. RSUD Gambiran II sudah beroperasi, sedangkan kampus politeknik juga sudah rampung.

Apip menegaskan, dengan dibangunnya jembatan Brawijaya itu nantinya diharapkan mampu mengurai arus lalu lintas serta mengurangi kemacetan.

Terlebih lagi, sesuai dengan informasi akan dibangun bandar udara di Kabupaten Kediri, sehingga dimungkinkan arus lalu lintas juga semakin padat. (*)

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018