Ngawi (Antaranews Jatim) - Ketinggian air di Waduk Pondok di Desa Dero, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur menurun drastis selama musim kemarau tahun 2018 berlangsung.

"Sama seperti Waduk Sangiran, Waduk Pondok di Bringin, Ngawi juga menyusut drastis selama musim kemarau. Akibatnya, waduk tidak dapat digunakan lagi untuk pengairan," ujar Kasi Bidang Operasi Pemeliharaan dan Bina Manfaat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ngawi, Rachmat Fitriyanto di Ngawi, Selasa.

Sesuai data, penurunan ketinggian air di Waduk Pondok saat ini diperkirakan telah mencapai 80 persen lebih. Adapun, penurunan ketinggian air dan pendangkalan tersebut selalu terjadi di waduk ketika musim kemarau berlangsung.

Dilihat dari menara pantau waduk setempat, pemukaan air telah turun hingga 5 meter lebih. Pada saat puncak musim hujan, kapasitas normal Waduk Pondok mencapai 29 juta meter kubik. Namun, saat kemarau seperti sekarang, isi air hanya tersisa 5,8 juta meter kubik saja.

Karena telah menurun drastis, maka waduk tersebut tidak dapat lagi digunakan untuk mengairi sawah seluas 3.500 hektare yang ada di sekitarnya, diantaranya di Kecamatan Bringin, Padas, dan Karangjati.

Salah satu petani di wilayah Bringin, Sutrisno membenarkan jika sawahnya tidak lagi mendapatkan pengairan dari Waduk Pondok.

"Sudah sekitar satu bulan terakhir ini air Waduk Pondok berhenti dikeluarkan untuk irigasi. Sebab airnya terus surut saat kemarau," tambahnya.

Adapun, volume air Waduk Pondok yang tersisa sekitar 5 juta meter kubik tersebut digunakan untuk kepentingan pemeliharaan waduk dan mendukung fungsi perikanan serta pariwisata di waduk setempat.

Saat musim kemarau seperti ini, banyak wisatawan yang berkunjung ke Waduk Pondok untuk memancing. Mereka berasal dari beragai daerah di Ngawi dan sekitarnya, sepeti Madiun, Magetan, Ponorogo, dan bahkan sejumlah wilayah di Jawa Tengah. (*)

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018