Kediri (Antaranews Jatim) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan imunisasi kedua untuk Measles  Rubella (MR) sudah mencapai sekitar 54 persen dari target keseluruhan untuk 457 ribu anak di kabupaten ini.

"Sementara ini sudah 52-54 persen. Jadwal imunisasi masih lama dan ini masih terus jalan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Adi Laksono di Kediri, Jumat.

Pihaknya mengungkapkan target peserta imunisasi tahap kedua yakni, pada bulan Agustus dan September 2018 adalah 457 ribu anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama (SMA) di seluruh kecamatan wilayah Kabupaten Kediri. Mereka diberi vaksin lewat imunisasi MR dengan harapan kekebalan tubuh mereka lebih meningkat, sehingga tahan terhadap serangan penyakit.

Ia mengatakan, untuk imunisasi MR pertama sudah selesai, bahkan realisasi imunisasi itu melebihi dari target. Pada imunisasi tahap pertama, targetnya adalah 95 persen, namun untuk realisasinya bisa lebih dari target, yakni 98 persen.

Adi mengakui, saat ini untuk proses imunisasi memang masih belum semua peserta ikut. Terlebih lagi, saat Agustus seperti ini, banyak para pelajar yang ikut acara. Ketika bulan Agustus, berbagai sekolah mengadakan lomba memeriahkan peringatan Ulang Tahun Ke-73 Republik Indonesia.

Untuk itu, saat ini pihaknya lebih banyak mendatangi kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu). Selain itu, pihaknya juga mencoba datang langsung ke sekolah, untuk memastikan jadwal mereka bisa dilakukan imunisasi pada anak-anak.

Ia juga mengakui, di Kabupaten Kediri terdapat keluarga yang keberatan anaknya dilakukan imunisasi. Hal itu terlihat dari hasil capaian imunisasi di seluruh puskesmas, dimana terdapat beberapa puskesmas yang capaiannya masih kurang.

Di Kabupaten Kediri, terdapat 30 puskesmas. Namun, masih banyak puskesmas yang realisasi capaian imunisasinya melebihi dari target ketimbang yang tidak memenuhi target.

Pihaknya hingga kini masih terus komunikasi dan sosialisasi agar orangtua yang mempunyai anak yang masih masuk usia untuk imunisasi MR segera diikutkan imunisasi. Bahkan, wakil Bupati Masykuri juga turun langsung ke lapangan, agar para orangtua mau mengikutsertakan anaknya untuk imunisasi.

"Memang ada beberapa titik yang keberatan, ini bukan menolak. Ada pro dan kontra, tapi saya sendiri melihatnya darurat, tujuannya menyelamatkan orang. Jika sakit tidak tertolong. Kalau selama masih ada alat untuk mencegah, kenapa tidak mencegah," katanya.

Pada imunisasi tahap kedua ini, pihaknya juga berharap realisasi capaian imunisasi bisa melebih dari target. Dengan itu, anak-anak, terutama di kabupaten bisa sehat. Tubuh mereka lebih kebal terhadap serangan penyakit. Nantinya, mereka juga ikut lagi untuk imunisasi MR tahap ketiga. (*)

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018