Surabaya (Antara Jatim) - Pusat Perdagangan Agrobisnis Jawa Timur pada semester II/2017 membidik industri kafe di wilayah setempat, dengan menyiapkan dua jenis kopi dari Jember untuk disuplai ke kafe, resto, dan warung kopi.

Pejabat Humas Puspa Agro, Hartoko, di Surabaya, Rabu mengatakan pelebaran pasar Puspa Agro Jatim dilakukan dengan memaksimalkan divisi "trading house" dan membidik sejumlah produk potensial.

"Pada semester II ini, kami akan lebih memaksimalkan divisi `trading house` ke produk yang potensial, antara lain beras, gula, jagung, kopi, ikan, daging ayam beku, telur, dan daging," katanya.

Untuk kopi, kata Hartoko, biji kopi jenis robusta dan arabica dari Jember akan dispulai ke berbagai industri kafe, resto, dan warung sebagai bahan baku aneka jenis sajian berbahan kopi.

"Biji kopi yang kami pasarkan berasal dari gapoktan kopi Jember, dan omzetnya diperkirakan mencapai Rp60 miliar," katanya.

Hartoko mengatakan selama ini Puspa Agro juga menyuplai sejumlah perusahan swasta, rumah sakit, restoran, hotel dan pasar modern, serta melakukan kontrak kerja sama dengan PT Indocater, perusahaan katering nasional yang melayani kebutuhan konsumsi di beberapa daerah dan proyek.

Selain itu, menggandeng PT Aero Catering Service (ACT), grup dari Garuda Indoesia, yang bergerak di bidang katering pesawat, dan memasok rumah sakit, khusunya produk bahan baku makan berupa buah, sayuran, ikan, dan daging.

"Kami melihat industri kafe saat ini memang sangat potensial dan tersebar di berbagai daerah, oleh karena itu kami sedang progres ke sana," katanya.

Puspa Agro Jatim yang terletak di Kabupaten Sidoarjo mencatatkan pertumbuhan positif pada semester I/2017, dengan membukukan omzet Rp234,66 miliar, atau hampir sama dengan omzet sepanjang 2016.

Bagusnya pertumbuhan omzet karena sistem perdagangan yang dilakukan adalah pengembangan pasar "Business to Business" dengan menghubungkan hasil produk petani langsung kepada yang membutuhkan atau "end user" grosir atau skala besar.

Langkah kerja sama dilakukan Puspa Agro melalui divisi "trading house", sehingga omzet semester I/2017 menyamai omzet sapanjang 2016 yang tercatat mencapai Rp256,965 miliar, dengan jumlah produk yang dikirim mencapai 32,272 ton.

Dengan membidik potensi pasar potensial lainnya, Puspa Agro menargetkan omzet bisa tumbuh mencapai Rp400 miliar. (*)

Pewarta: A Malik Ibrahim

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017