Surabaya (Antara Jatim) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong pelaku usaha kecil meningkatkan kemampuan penggunaan teknologi manufaktur dalam proses produksi untuk menghasilkan produk yang efisien.

"Tujuannya agar pelaku usaha kecil dapat bersaing dengan pasar global atau kompetitif," ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di sela membuka pameran manufaktur di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya, Rabu.

Gus Ipul, sapaan akrabnya, mengakui saat ini perekonomian sedang melambat yang tak hanya skala regional dan nasional, tapi juga dunia sehingga diharapkan pameran yang banyak menawarkan produk teknologi terbaru ini mampu memicu pertumbuhan ekonomi.

Menurut dia, sejak kebijakan pemerintah tidak lagi mengandalkan ekspor minyak dan gas maka industri manufaktur peranannya sangat penting menopang perekonomian dengan berorientasi ekspor.

"Upaya konkret meningkatkan daya saing industri manufaktur antara lain melalui pengembangan industri kecil dan menengah, standarisasi industri, peningkatan kapasitas teknologi industri, sekaligus kualitas sumber daya manusia dan peningkatan industri berbasis sumber daya alam," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, orang nomor dua di Pemprov Jatim itu menyampaikan perekonomian Jatim sampai Triwulan I/2017 mencapai 5,37 persen atau membaik dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 5,34 persen, dan tentunya lebih baik dari pertumbuhan nasional yang mencapai 5,05 persen.

Struktur perekonomian Jatim, kata dia, selama triwulan I/2017 didominasi tiga lapangan usaha utama, yaitu industri pegolahan 29,30 persen, perdagangan 17,94 persen serta pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 13,45 persen.

Tak itu saja, total investasi di Jatim triwulan I/2017 mencapai Rp28,44 triliun dan izin prinsip investasi mencapai Rp16,03 triliun.

"Dari realisasi investasi tersebut, Rp15,82 triliun merupakan realisasi investasi PMDN non- fasilitas yang merupakan realisasi investasi UMKM," kata mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal tersebut.

Dari data tersebut, lanjut dia, sektor industri pengolahan yang ditopang oleh industri manufaktur peranannya sangat strategis dalam pertumbuhan ekonomi, baik dalam perolehan devisa melalui peningkatan sektor non-migas, maupun penyerapan tenaga kerja.

Sementara itu, pameran yang digelar kali ke-13 tersebut berlangsung 19-22 Juli 2017 dengan diikuti 260 perusahaan dari 20 negara yang menggelar beragam produk teknologi terkini, seperti peralatan mesin, suku cadang, komponen, aksesoris, peralatan manufaktur, hingga mesin memperluas sektor kelautan dan kapal, listrik, minyak dan gas. (*)
Video oleh: Fiqih Arfani

Pewarta: Fiqih Arfani

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017