Kantor Berita ANTARA hari ini, tanggal 13 Desember 2016, tepat berusia 79  tahun. Kantor berita yang juga merupakan duta informasi bangsa ini didirikan oleh Adam Malik beserta AM Sipahoetar,  Soemanang, dan Pandoe Kartawigoena, tanggal 13 Desember 1937.

Usia 79 tahun merupakan usia yang matang bagi Kantor Berita ANTARA. Ada beberapa hal yang meneguhkan hal itu.  Pertama, kantor berita ANTARA lahir dari rahim negeri ini ketika masih dalam masa penjajahan Belanda yang kemudian berlanjut pada masa penjajahan Jepang. 

Artinya, para pendiri ANTARA dengan jiwa nasionalismenya berjuang melalui pemberitaan-pemberitaannya. Pemberitaan penjajah dinilai berat sebelah. Kantor berita penjajah tidak memberitakan peristiwa-peristiwa politik yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia.

Kedua, selepas dari masa penjanjahan, Kantor Berita ANTARA dihadapkan pada masa-masa yang sangat dinamis pasca-proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Masa ini dikenal dengan masa Kemerdekaan, masa Orde Lama, masa Orde Baru, dan saat ini ANTARA berada pada masa Reformasi atau Era Reformasi.

Perjalanan panjang itulah yang kemudian memperkaya khazanah kebatinan jajaran Kantor Berita ANTARA untuk menetapkan hati, guna mengibarkan bendera perjuangan kendati dengan versi yang tidak sama ketika pada masa penjajahan.  

Jika pada masa penjajahan ANTARA berjuang memberikan informasi terkait perjuangan bangsa untuk merdeka, saat ini ANTARA berjuang  bersama segenap komponen guna mencerdaskan kehidupan bangsa, merdeka dari keterbelakangan dan kebodohan. 

Namanya berjuang, tentu tidak mudah. Pasti ada tantangan yang harus dihadapi. Setiap era pasti ada dinamikanya. Kantor Berita ANTARA melalui produk dan bisnis utamanya yang berhubungan dengan berita, berusaha memberikan pilihan bagi warga bangsa untuk memperoleh informasi-informasi yang kini deras mengalir atau bahkan banjir. 

Oleh karena itu, di Era Reformasi yang beriringan dengan era global dan era teknologi  informasi, yang mana antarnegara hampir tidak berbatas, ANTARA harus mampu menyesuaikan diri. Proses penyesuaian diri itu sudah dijalani ANTARA, dan proses itu pulalah yang semakin mendewasakan ANTARA mengarungi era saat ini.

Era teknologi informasi telah bergulir. Pola masyarakat berkomunikasi telah berubah. Gaya hidup pun tak pelak lagi, mengalami perubahan. Jika sebelumnya, masyarakat dikenalkan dengan kanal distribusi informasi atau berita secara divergen, kini eranya konvergensi media.

Jika dulu perusahaan media memecah kanal distribusi berita atau informasinya menjadi beberapa platform, kini justru menyatu dan disatukan. Berita teks, foto, dan video atau televisi  kini sudah bisa berada di satu kanal, web portal misalnya.

Kantor Berita ANTARA yang pada masa lalu memproduksi berita teks dalam bentuk buletin, dan foto berita dalam bentuk cetak, kini juga telah memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk menyiarkannya.  Lembaga Pendidikan Jurnalistik ANTARA (LPJA) telah  menyiapkan personel ANTARA melek teknologi,  dan sudah pasti diharapkan dapat bekerja secara "multitasking".

Produk ANTARA baik berita teks, foto maupun video atau televisi kini sebagian di antaranya tersaji di portal berita ANTARA. Melalui jargonnya bisa menyajikan berita secara cepat, akurat dan penting, ANTARA bertekad terus menjaga muruahnya sebagai media perjuangan di tengah membanjirnya informasi saat ini. Selamat ulang tahun. (*) 

Pewarta: Slamet Hadi Purnomo

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016