Sumenep (Antara Jatim) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Sumenep, Jawa Timur, membentuk kelompok kreatif yang personelnya terdiri dari warga binaan untuk memproduksi sejumlah kerajinan tangan.

"Ada beberapa warga binaan kami yang ternyata memiliki kemampuan sebagai perajin, termasuk mendesain motif batik," ujar Kepala Rutan Sumenep, Ketut Akbar di Sumenep, Selasa.

Sejak beberapa waktu lalu, warga binaan yang memiliki kemampuan dan bakat sebagai perajin itu dikumpulkan dan diajak bicara oleh pimpinan Rutan Sumenep.

Tujuannya, kemampuan mereka akan diwadahi, disalurkan, dan selanjutnya hasil produksi kerajinan tangan mereka akan dijual dengan bekerja sama dengan pihak lain.

"Alhamdulillah, inisiatif kami direspons positif oleh warga binaan. Mereka yang tergabung dalam kelompok kreatif itu disediakan ruangan khusus oleh kami untuk memproduksi kerajinan tangan," kata Akbar, menerangkan.

Sejumlah kerajinan tangan yang dihasilkan oleh kelompok kreatif tersebut, di antaranya pecut, hiasan berbentuk aneka burung, dan motif desain batik.

"Kami berencana meminta bantuan modal kepada pihak terkait di pemerintah daerah. Kami siap mengelola dan mempertanggungjawabkan bantuan modal tersebut, jika memang diberi oleh pihak terkait di pemerintah daerah," ujarnya.

Akbar juga mengemukakan, pihaknya akan mendatangkan pihak terkait yang berkompeten untuk ikut membina kelompok kreatif itu supaya lebih berkembang dan terus eksis.

Untuk sementara jumlah personel kelompok kreatif yang dibentuk Rutan Sumenep itu sekitar 10 orang dan diketuai oleh narapidana kasus narkotika. (*)

Pewarta: Slamet Hidayat

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016