Malang (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Malang siap menjembatani untuk mencetak para sineas dan animator andal guna menumbuhkan industri kreatif bidang perfilman, termasuk di kalangan anak muda dan mahasiswa.

"Untuk menumbuhkan dan mengembangkan industri kreatif bidang perfilman, pemerintah tidak akan kuat memberikan modal, namun pemerintah akan menjembatani untuk mencetak para sineas dan animator andal," kata Wali Kota Malang, Jawa Timur Moch Anton ketika membuka Malang Film Festival (MafiFest) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu.

Menurut Anton, dalam era digital sperti saat ini, para pelaku industri kreatif dan pemerintah harus berkolaborasi dengan baik agar bisa bersaing dengan negara lain. Kota kreatif ada sinergi dengan akademisi, dan juga ada dukungan dari birokrasi, para pebisnis, sehingga mampu membentuk industri kreatif.

Ia mengemukakan ditunjuknya Kota Malang sebagai tuan rumah Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) pada akhir Maret hingga awal April lalu, menunjukkan jika komitmen kota pendidikan ini menumbuhkan ekonomi kreatif tersebut didukung sepenuhnya oleh pemerintah.

Melalui Malang Creative Fusion (MCF), lanjutnya, semua potensi industri kreatif khususnya dunia perfilman bisa difasilitasi dengan baik termasuk Kine Club UMM selaku penyelenggara Mafifest yang fokus dalam dunia perfilman. "Negara maju memberikan peluang pada anak mudanya dengan baik sebagai penyangga ekonomi," ujarnya.

Anton mengatakan film sebagai salah satu subsektor dari 16 sektor industri kreatif ini, dunia perfilman perlu diwadahi dan akan diberikan dukungan penuh.

Sementara itu, Rektor UMM, Fauzan, mengatakan Kine Club selama ini berhasil menciptakan sineas handal, baik tingkat lokal maupun nasional. "Film merupakan media untuk menyampaikan gagasan dan kritik," kata Fauzan.

Direktur Mafifest, Abdul Hafidz, mengatakan Mafifest mendapat penghargaan terbaik, tentunya harus diapresiasi. "Mafifest sebagai festival film tertua yang digelar mahasiswa memiliki dampak terbaik," ucapnya.

Sebanyak 278 film pendek yang terbagi dalam empat kategori masing-masing fiksi pendek pelajar dan mahasiswa serta film dokumenter pelajar dan mahasiswa turut andil dalam Mafifest tahun ini.

Film tersebut diambil dari beberapa karya sineas Kota Malang maupun dari luar daerah. Penilaiannya akan dilakukan berdasar kategorisasi dan juga isu terkini yang dibawa oleh para sineas. Final Mafifest akan berlangsung sejak 6-9 April 2016 di UMM.

Jumlah film pendek yang masuk ke panitia untuk bersaing di ajang final tersebut meningkat cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya sebanyak 197 film.

"Peningkatan jumlah film ini menjadi bukti bahwa antusiasme filmmaker untuk berkarya melalui wadah apresiasi film pelajar tingkat nasional ini semakin besar. Semoga saja ini sebagai momentum meningkatnya film-film pelajar dan mahasiswa di Tanah Air," kata Abdul Hafidz.

Sebagai wadah apresiasi karya film pendek fiksi dan dokumenter, lanjutnya, MafiFest juga mengadakan roadshow di berbagai kota yang bertujuan memperkenalkan sekaligus mengajak filmmaker mengirimkan filmnya di ajang MFF 2016.

 "Roadshow sudah diadakan di sejumlah kota, di antaranya adalah Kota Kediri, Solo, Surabaya, Bali, Malang, Blitar dan Jakarta dan finalnya di UMM," ujarnya. (*)

Pewarta: Endang Sukarelawati

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016