Surabaya (Antara Jatim) - Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar "Proklamator Motion Pixel Art" dengan membentuk "pop art" wajah tokoh proklamator Soekarno-Hatta dan bendera merah putih yang melibatkan 3.000 peserta upacara.

"Usai upacara bendera 17 Agustus yang diikuti oleh 3.000 peserta upacara dari mahasiswa baru, dosen, serta karyawan, kami mengadakan proklamator motion pixel art dengan menampilkan gambar tokoh proklamator Soekarno-Hatta serta jika dibalik akan menampilkan gambar merah putih," kata Ketua Umum Masa Orientasi Bersama (MOB) Ubaya, Guguh Sujatmiko di Surabaya, Senin.



Ia mengatakan, motion pixel art dirilis di Lapangan Perpustakaan Kampus Tenggilis Ubaya bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kepada para generasi muda dengan cara konsep pixel art yang membentuk pop art wajah Soekarno-Hatta agar lebih bisa diterima dan menarik generasi muda.



"Motion pixel art ini menjadi tren di kalangan anak muda, sehingga kami membuat upacara bendera tidak sekedar formalitas dan kewajiban sebagai lembaga pendidikan, namun ada kegiatan yang lebih interaktif, khususnya kepada generasi muda supaya rasa nasionalisme terus tumbuh," paparnya.



Lebih lanjut dia mengungkapkan sekitar 3 ribu peserta upacara terlibat dalam aksi proklamator motion pixel art dengan menghasilkan gambar raksasa seluas 36 meter persegi yang membentang wajah pop art Soekarno-Hatta, serta jika gambar dibalik secara bersamaan akan membentuk gambar merah putih.



"Setiap peserta membawa kertas berukuran 37 cm x 39 cm yang dan secara bersamaan diarahkan ke atas kepala masing-masing sehingga membentuk wajah pop art tokoh proklamator Soekarno-Hatta, sedangkan jika dibalik akan membentuk gambar merah putih," jelasnya.



Menurut dia, kegiatan ini menjadi wujud bangga sebagai warga negara Indonesia yang telah merdeka dari penjajahan dan menanamkan kembali semangat nasionalisme di kalangan pemuda khususnya mahasiswa. (*)

Pewarta: Laily Widya Arisandhi

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015