Ngawi (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, Jawa Timur, akan membantu pemerintah pusat untuk mempercepat proses pembebasan tanah yang terdampak pembangunan proyek jalan tol Solo-Kertosono ruas Mantingan-Kertosono di wilayah setempat.
     
Plt Bupati Ngawi, Siswanto, Selasa, mengatakan proses pembebasan tanah yang terdampak tersebut masih tersisa empat persen.
     
"Diperkirakan masih tersisa empat persen yang belum selesai. Karena itu, kami berharap semua pihak untuk proaktif menjalankan perannya agar pembebasan lahan segera selesai sesuai target pemerintah pusat pada akhir tahun 2015," ujar Siswanto, kepada wartawan. 
     
Sesuai data yang ada, tanah yang terdampak pembangunan jalan tol Solo-Kertosono ruas Mantingan-Kertosono di wilayah Kabupaten Ngawi mencapai 302,46 hektare. 
    
Dari jumlah sebanyak itu, 96 persen atau sekitar 290,36 hektare di antaranya telah berhasil dibebaskan. Sedangkan empat persen sisanya atau 12,1 hektare belum berhasil dibebaskan.
   
"Tanah yang belum bebas tersebut sebagian besar merupakan tanah milik negara dan Perhutani," terang Siswanto. 
    
Sedangkan tanah milik warga, rata-rata telah berhasil dibebaskan secara bertahap sejak tahun 2008 hingga 2010 dengan memberikan uang ganti untung.
     
Sesuai rencana, jalur bebas hambatan yang dibangun melintas di wilayah Kabupaten Ngawi mencapai panjang 43,5 kilometer atau 302,46hHektare. Saat ini, proyek tersebut telah mulai dikerjakan.
    
Sementara, secara keseluruhan, jalan tol Solo-Kertosono diperkirakan akan mencapai panjang 177,2 kilometer. Di ruas Solo–Ngawi sepanjang 90,10 kilometer, masih ada tiga persen tanah atau sekitar 2.703 kilometer yang belum berhasil dibebaskan.
     
Sedangkan ruas Ngawi–Kertosono dengan panjang 87,02 kilometer, yang sudah dibebaskan mencapai sekitar 63,52 kilometer atau 73 persen. Adapun 23,5 kilometer atau 27 persen sisanya masih belum berhasil dibebaskan oleh pemerintah pusat. 
    
Rencananya, pembangunan jalan tol tersebut, nantinya mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya, baik di bidang sosial, ekonomi, dan transportasi. (*)


Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015