Tulungagung (Antara Jatim) - Dinas Keehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur terus memantau kondisi kesehatan seorang mantan TKI yang bekerja di Liberia asal daerah tersebut, kendati hasil pemeriksaan awal menyatakan yang bersangkutan negatif virus ebola. "Standar operasional prosedur yang diberlakukan Kementrian Kesehatan RI begitu. Warga yang baru datang atau memiliki riwayat berkunjung/tinggal di Afrika wajib dilakukan pemantauan (kesehatan)," terang Kepala Bidang pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Tulungagung, Trisnawati Sasmitha, Kamis. Ia menolak mengungkap identitas eks-TKI tersebut, berikut alamatnya. Namun Trisnawati lugas membenarkan adanya seorang warga yang diketahui barusan tiba dari Benua Afrika kini berstatus dalam pengawasan dinas kesehatan, melalui puskesmas terdekat. Dalam surat edaran yang diterima dinas kesehatan beberapa waktu lalu, kata dia, memang dinyatakan bahwa kondisi eks-TKI yang baru datang dari Liberia itu dalam kondisi sehat atau negatif ebola. "Pengawasan kami lakukan melalui puskesmas di daerah mantan TKI itu tinggal. Teknisnya, yang bersangkutan kami minta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin," jelasnya. Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung, Yumar membenarkan ada sejumlah warga asal daerahnya yang bekerja di negara-negara Afrika yang diidentifikasi sebagai kawasan endemi ebola. "Kami sudah koordinasikan dengan dinkes ataupu instansi terkait," jawab Yumar saat dikonfirmasi wartawan. Ia tidak menyebut jumlah spesifik maupun riwayat para TKI dimaksud, apakah masih berada di Afrika atau sudah ada yang kembali ke Tanah Air. "Nanti saja kalau sudah di kantor saya periksa datanya," jawabnya. Sementara, pihak RSUD dr Iskak Tulungagung saat ini telah mempersiapkan ruang isolasi pasien penderita ebola. "Sebenarnya itu ruang isolasi umum untuk kasus penyakit menular. Di setiap ruangan perawatan tentu ada, tapi tentu kami juga melakukan kesiagaan mengantisipasi kasus (pasien) ebola," kata Humas RSUD dr Iskak, Rifai. (*)

Pewarta:

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014