Pamekasan (Antara Jatim) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan, Jawa Timur, membuat buku Pedoman Pembangunan Madura Bernuansa Islami sebagai upaya mempertahankan identitas nilai-nilai keislaman di Pulau Garam itu. "Ada lima hal yang menjadi pembahasan MUI dalam buku pedoman pembangunan Madura," kata Bagian Hubungan Masyarakat MUI Pamekasan Azis Maulana, Senin. Kelima poin isi buku pedoman Pembangunan Madura Islami yang dibuat MUI Pamekasan itu meliputi pedoman industrialisasi islami, pedoman pengelolaan pendidikan islami, dan pedoman pariwisata islami. Selanjutnya, pedoman pengembangan budaya islami, dan pedoman hotel islami. Menurut Azis Maulana, buku itu diluncurkan Minggu (23/2) di aula SMK Negeri 3 Pamekasan dan dihadiri oleh parwakilan MUI se-Madura, yakni MUI Bangkalan, Sampang dan MUI Sumenep. "Kami berharap buku ini akan menjadi pedoman pembangunan di Madura, sehingga pembangunan di Pulau Garam ini tetap mengacu kepada nilai-nilai keislaman dan tradisi yang berkembang di Madura," kata Azis Maulana. Ia menjelaskan, buku akan dikirimkan ke masing-masing pemkab di Pulau Madura dan diharapkan bisa diperhatikan oleh pimpinan daerah sehingga kemajuan pembangunan di Madura nantinya adalah kemajuan yang tetap berpijak pada nilai-nilai religius. "Dalam artian kemajuan yang dicapai adalah kemajuan yang tetap berpedoman pada nuansa agama," kata Azis Maulana menjelaskan. Penyusunan itu, berdasarkan hasil studi banding dan kajian MUI Pamekasan yang dilakukan selama ini. Buku pedoman sebanyak 92 halaman yang diluncurkan MUI Pamekasan ini menurut Azis Maulana telah disetujui MUI Jawa Timur dan institusi itu mendukung upaya MUI Pamekasan agar tetap melestarikan nilai-nilai ke-Islam-an. Ormas Islam lainnya seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Irsyad dan Hidayatullah menyambut positif buku pedoman pembangunan Madura Islami yang dibuat MUI Pamekasan itu. (*)

Pewarta:

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014