Bojonegoro (Antara Jatim) - PT Bangkit Bangun Sarana (BBS), BUMD Pemkab Bojonegoro, Jatim, hanya memperoleh satu paket pekerjaan pengadaan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sebanyak 1 juta liter per bulan. Direktur PT BBS Pemkab Bojonegoro Deddy Affidick, Jumat mengatakan pengadaan BBM nonsubsidi 1 juta liter per bulan itu diperoleh dari kontraktor PT Inti Karya Persada Tehnik dan PT Kelsri yang menggarap proyek "engineering, procurement, and construction" (EPC)- II. "Pengadaan BBM nonsubsidi 1 juta liter per hari untuk operasional kontraktor dalam mengerjakan proyek migas Blok Cepu EPC-II," kata dia. Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya juga mengikuti tender EPC-V yang dikerjakan konsorsium PT Hutama Karya dan PT Rekayasa Industri berupa paket pekerjaan pembangunan pagar sepanjang 9 kilometer. "Yang jelas kami bisa memperoleh keuntungan dari paket pekerjaan proyek migas Blok Cepu itu," ucapnya. Ia juga mengatakan PT BBS juga pernah mengikuti tender proyek migas Blok Cepu EPC- I dengan konsorsium PT Tripatra Engineering dan Samsung Engineering. Hanya saja, lanjut dia, pihaknya mengundurkan diri dari tender di EPC-1 karena harga yang ditawarkan kontraktor tidak realistis. Deddy berpendapat, kepedulian kontraktor proyek migas Blok Cepu dalam melibatkan kontraktor lokal dan tenaga kerja lokal masih rendah. Ia mencontohkan, pengurukan lahan Blok Cepu seluas 400 hektare, karena hanya dibagi menjadi dua paket tidak ada satupun kontraktor lokal yang bisa mengikuti tender. "Kontraktor lokal bisa ikut bekerja menyangkut kemampuan dana kalau paket pekerjaan proyek pengurukan dibagi menjadi 10 paket," katanya. Menanggapi perolehan PT BBS dalam proyek migas Blok Cepu itu, Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro Mitroatin menyatakan kekecewaannya dengan alasan PT BBS yang merupakan wadah lokal tidak bisa memperoleh pekerjaan yang maksimal di proyek migas Blok Cepu. "Akan kami komunikasikan dengan Mobil Cepu Limited (MCL) selaku operator migas Blok Cepu untuk mendesak kontraktornya agar bisa bekerja sama dengan PT BBS," ujarnya. (*)

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013