Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan nilai-nilai Pancasila hidup dalam kehidupan masyarakat setempat yang tercermin dari tingginya indeks kesalehan sosial dan berbagai indikator kerukunan sosial lainnya.
"Implementasi nilai Pancasila di Kabupaten Lamongan terlihat dari capaian indeks kesalehan sosial yang mencapai 89,88," katanya usai peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Lamongan, Jawa Timur, Senin.
Ia menjelaskan capaian tersebut mencerminkan kuatnya modal sosial dan spiritual masyarakat Lamongan dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan keharmonisan di tengah keberagaman.
"Inilah bukti bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami, tetapi juga hidup dan tumbuh dalam kehidupan masyarakat Lamongan," katanya.
Selain indeks kesalehan sosial sebesar 89,88, Lamongan juga mencatat nilai toleransi masyarakat sebesar 90,75, stabilitas sosial 88,54, solidaritas sosial 90,86, serta indeks kerukunan umat beragama 78,26.
Menurut dia, berbagai capaian tersebut menunjukkan kondisi sosial masyarakat yang kondusif sekaligus menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Yuhronur menyampaikan penghormatan kepada para pendiri bangsa atas warisan luhur Pancasila yang hingga kini tetap menjadi pemersatu dan penuntun bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat persatuan, gotong royong, dan semangat pengabdian guna mendukung terwujudnya pembangunan Lamongan yang berkelanjutan.
"Sejalan dengan semangat Hari Jadi Lamongan ke-457, mari menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai energi persatuan, gotong royong, dan pengabdian untuk memperkuat ketangguhan sosial serta mengakselerasi terwujudnya kejayaan Lamongan yang berkelanjutan," katanya.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026