Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso menilai Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Jawa Timur 2026 bertajuk BHS Cup menjadi ruang untuk menjaga nilai-nilai budaya, profesionalitas, dan pembentukan karakter generasi muda.
“Pencak silat tidak hanya menjadi bagian penting untuk melahirkan juara-juara baru di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga menjadi ruang menjaga nilai budaya, profesionalitas, tenggang rasa, dan gotong royong,” katanya di Surabaya, Jumat.
Ia menambahkan, olahraga juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) selain sektor pendidikan dan kesehatan.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama DPRD setempat terus mendorong penguatan budaya hidup sehat melalui olahraga.
Ia mengatakan olahraga tidak hanya berkaitan dengan pembinaan fisik, namun juga membentuk pola pikir dan karakter generasi muda.
Menurutnya, pencak silat menjadi salah satu instrumen strategis dalam membangun karakter bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
“Olahraga bukan hanya mengolah raga, tetapi juga mengolah rasa dan pikiran. Kami ingin mencetak generasi yang sehat, inovatif, kreatif, sekaligus memiliki karakter kuat,” ujarnya.
Pihaknya juga memastikan dukungan terhadap pembinaan olahraga prestasi di Jawa Timur tetap menjadi perhatian, meski pemerintah daerah menghadapi tantangan keterbatasan fiskal dan penyesuaian anggaran.
Dalam Kejurprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur 2026, Kota Surabaya keluar sebagai juara umum.
Kontingen Surabaya memimpin klasemen dengan tiga medali emas, enam perak, dan tujuh perunggu dari total 28 atlet yang diturunkan.
Sementara Kabupaten Pasuruan tampil mengejutkan dengan hanya mengirim delapan atlet, namun mampu menyamai perolehan tiga medali emas sehingga menjadi pesaing terdekat Surabaya dalam klasemen akhir.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026