Binus School Surabaya mendorong penguatan literasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pembelajaran guna menyiapkan siswa menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang.
Kepala Binus School Surabaya Alexandre Trespach Nenes mengatakan tantangan pendidikan saat ini terletak pada bagaimana siswa mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
“Di tengah perkembangan Artificial Intelligence (AI), tantangan pendidikan bukan hanya pada penguasaan teknologi, tetapi bagaimana siswa mampu berpikir kritis dan menggunakannya secara bijak,” kata Alexandre Trespach Nenes dalam keterangannya di Surabaya, Senin.
Ia menjelaskan, jika pendekatan tersebut bertujuan agar siswa mampu memahami konteks penggunaan teknologi serta memiliki kemampuan mengambil keputusan di tengah arus informasi yang cepat.
Sementara itu, Dekan School of Computer Science Binus University Derwin Suhartono menilai pemanfaatan AI dalam pendidikan perlu diimbangi dengan pemahaman etika.
“Pemanfaatan AI dalam pendidikan perlu diimbangi dengan pemahaman konteks dan etika, agar teknologi dapat menjadi alat yang benar-benar mendukung proses belajar siswa,” katanya.
Di sisi lain, kata dia, penerapan pembelajaran berbasis teknologi juga diarahkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal dan relevan.
Tentunya, kata dia, dengan kebutuhan masing-masing siswa, sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi perubahan global.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, BINUS SCHOOL Surabaya menggelar Community Connect 2026 pada 9–11 April 2026 yang membuka akses bagi masyarakat untuk melihat langsung implementasi pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut mencakup diskusi edukasi terkait integrasi AI dalam pendidikan, simulasi kompetisi untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi siswa, hingga sesi kesehatan yang menekankan pentingnya keseimbangan fisik dan emosional anak.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya kesadaran orang tua akan pentingnya kesiapan anak dalam menghadapi masa depan yang dipengaruhi perkembangan teknologi.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026