Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur gencar melakukan pemeriksaan kesehatan ternak sapi dan kambing serta penyemprotan disinfektan guna mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang marak terjadi di awal tahun 2026.

 

Dokter Hewan Puskeswan Pilangkenceng, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun drh Denny Irawan Wardhana mengatakan, pemeriksaan kesehatan hewan ternak dan penyemprotan disinfektan salah satunya dilakukan di Pasar Hewan Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

"Hari ini kami melaksanakan kegiatan antisipasi penyakit hewan menular strategis, terutama PMK, karena akhir-akhir ini terjadi peningkatan kasus, termasuk di Kabupaten Madiun maupun daerah sekitar," ujar Denny di Madiun, Senin.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan pengangkut hewan ternak, serta sapi dan kambing yang diperjualbelikan di pasar hewan. Selain itu, pemeriksaan kesehatan hewan juga dilakukan secara bergantian untuk memastikan tidak ada ternak yang terinfeksi PMK.

Menurut dia, pasar hewan merupakan tempat yang rawan terjadi penularan PMK pada ternak. Mobilitas ternak yang cukup tinggi, utamanya dari daerah luar yang masuk ke Kabupaten Madiun, ikut andil dalam meningkatkan penyebaran penyakit ternak tersebut di wilayah setempat.

Untuk itu, penyemprotan disinfektan dan pencucihamaan dilakukan secara berkala di pasar hewan besar di Kabupaten Madiun seperti di Pasar Bajulan Kecamatan Saradan, Pasar Muneng Pilangkenceng yang menjual sapi, serta pasar kambing di Dolopo dan Mlilir.

Selain penyemprotan, petugas DKPP juga melakukan pemeriksaan hewan di pasar hewan tersebut. Pemeriksaan meliputi kondisi mulut, kuku, dan bagian tubuh lainnya yang menjadi indikator utama terjangkit PMK.

Tak hanya itu, petugas juga memberikan vitamin serta edukasi kepada para peternak terkait langkah pencegahan dan penanganan awal apabila menemukan gejala PMK pada ternak.

Denny menambahkan, sesuai data sedikitnya sudah ada 30 ekor sapi dilaporkan memiliki gejala terjangkit PMK di Kabupaten Madiun pada awal tahun 2026.

"Rinciannya, sebanyak 20 ekor sapi terindikasi terserang PMK ditemukan di Kecamatan Saradan dan Gemarang, serta 10 ekor sapi lainnya di Kecamatan Dolopo," katanya.

Dalam upaya mencegah PMK, Pemkab Madiun juga terus menjalankan vaksinasi PMK secara masif di sejumlah desa dan kecamatan sebagai langkah lanjutan.

"Vaksinasi sudah dan terus dilakukan secara maraton di desa-desa untuk menekan penyebaran PMK," tambah Denny.

DKPP mengimbau para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan kandang serta melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin, minimal satu kali dalam sepekan, guna mencegah meluasnya penularan PMK tersebut.

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026