Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan sesuai data penerima manfaat dengan meninjau langsung penyerahan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) di Kantor Pos Kebonrojo, Surabaya, Jawa Timur, Senin.

“Kami meninjau penyaluran tahap akhir BLTS. Total alokasi bantuan mencapai 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM), di mana 18 juta disalurkan melalui PT Pos Indonesia dan 17 juta melalui Himbara,” ujarnya usai kunjungan.

Sebelum penyaluran dilakukan, kata Mensos, data penerima diverifikasi terlebih dahulu oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Kementerian Sosial serta pemerintah daerah dan lebih dari 33 juta KPM dinyatakan memenuhi syarat. 

Ia menjelaskan, hingga hari ini lebih dari 33 juta telah dinyatakan layak menerima BLTS dan jika penyaluran yang dilakukan PT Pos selesai, maka lebih dari 95 persen alokasi sudah tersalurkan.

Menurutnya, penerima BLTS merupakan keluarga yang berada pada kategori desil 1 hingga desil 4 sesuai data BPS, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terbawah.

Selain BLTS, Mensos juga menyampaikan bahwa pada 2025 pemerintah tetap menyalurkan bantuan reguler seperti program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan anggaran lebih dari Rp74 triliun. 

Presiden Prabowo Subianto juga menambah alokasi untuk bantuan langsung tunai sehingga total bantuan sosial diperkirakan mencapai lebih dari Rp110 triliun.

“Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus meringankan beban keluarga yang membutuhkan,” tutur pria yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Ia menyampaikan apresiasi kepada PT Pos Indonesia yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan akurat.

Pewarta: Faizal Falakki

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025