Jumat, 22 September 2017

Pemkab Sampang Fasilitasi Pemulangan Korban Kapal Tenggelam

id TKI Sampang
Pemkab Sampang Fasilitasi Pemulangan Korban Kapal Tenggelam
Ilutrasi kapal tenggelam (Abd Aziz)
Untuk proses pemulangan jenazah TKI itu, kami sudah berkoordinasi dengan Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Surabaya.
Sampang (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, akan memfasilitasi pemulangan dua tenaga kerja (TKI) asal wilayah itu yang meninggal dunia akibat kecelakaan kapal tenggelam di Johor Baru, Malaysia, pada 23 Januari 2017. 

Kabid Tenaga Kerja pada Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kabupaten Sampang Bisrul Hafi di Sampang, Kamis menjelaskan kedua TKI yang meninggal dunia dalam kecelakaan kapal tenggelam itu masing-masing bernama Rosid, warga Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, dan Sayyideh, warga Dusun Jateh, Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang. 

"Untuk proses pemulangan jenazah TKI itu, kami sudah berkoordinasi dengan Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Surabaya," katanya. 

Menurutnya, jenazah Sayyideh, warga Dusun Jateh, Desa Bira Barat, Kec. Ketapang akan dipulangkan ke kampung halamannya pada Jumat (27/1/2017), sementara pemulangan jenazah Rosid, warga Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates belum ada informasi lebih lanjut dari Malaysia. 

"Ambulans sudah disiapkan, kami juga berkoordinasi dengan camat setempat dan kami juga akan memberikan uang duka," kata Bisrul Hafi.

Sebanyak enam orang selamat dari kapal yang diduga membawa warga negara Indonesia (WNI) untuk masuk ke Malaysia secara ilegal yang tenggelam di Mersing, Johor, Malaysia.

"Dari hari pertama kami terus melakukan komunikasi dengan Konjen Johor Bahru. Sejauh ini menemukan korban selamat enam orang, yaitu empat laki-laki WNI, satu laki-laki warga Malaysia, dan satu perempuan WNI," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Rabu (25/1).

Hingga Kamis (26/1), jumlah korban selamat dalam kecelakaan itu bertambah menjadi delapan orang.

Sebelumnya, kapal yang diduga membawa WNI untuk masuk ke Malaysia secara ilegal karam di wilayah perairan Tanjung Rhu, Mersing, Johor pada 23 Januari 2017. Namun, hingga Rabu (25/1) belum diketahui jumlah seluruh penumpang yang berada dalam kapal tenggelam tersebut.

Sebanyak 16 jenazah telah berada di rumah sakit Sultan Ismail di Johor, dan empat jenazah korban tewas kapal tenggelan tersebut sudah diidentifikasi oleh tim DVI (disaster victim identification) Indonesia dan DVI Malaysia.

Aparat Pemerintah Malaysia telah mengaktifkan tim SAR (search and rescue) untuk mencari kemungkinan korban lainnya. Tim Satuan Tugas Perlindungan WNI KJRI Johor Bahru juga telah berada di lokasi untuk berkoordinasi dan memantau perkembangan pencarian korban.

Untuk penanganan korban kapal tenggelam, KJRI Johor Bahru telah membuka posko yang dapat dihubungi pada beberapa nomor telepon, yaitu Koordinator Pelaksana Fungsi Konsuler KJRI Johor Bahru, Marsianda pada nomor ponsel +60177301424; Pelaksana Fungsi Pensosbud, Dewi Lestari pada nomor +60167901164; dan "Liaison Officer" Polri, Wino Sumarno pada nomor+60103665506.

Menurut keterangan KJRI Johor Bahru, pada 2016 terdapat lima kejadian kapal karam di wilayah kerja KJRI Johor Bahru dengan korban jiwa 37 orang dan korban yang selamat berjumlah 51 orang.  (*)

Editor: Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.1572 seconds memory usage: 0.58 MB