Manajemen Persela sepakat perpanjang kontrak pelatih Bima Sakti
- 12 jam lalu
Petani memanen jagung hibrida bioteknologi NK Pendekar Sakti disela Grand Launching Jagung Hibrida NK Pendekar Sakti di Desa Banyubang, Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (27/2/2024). Jagung bioteknologi pertama di Indonesia itu memiliki keunggulan seperti tahan terhadap hama ulat penggerek batang, mudah dibudidayakan serta dapat meningkatkan hasil panen hingga 7-8 ton per hektare dan diharapkan dapat meningkatkan target produksi pangan. Antara Jatim/Rizal Hanafi.
Presiden Direktur Syngenta Indonesia Kazim Hasnain (tengah) didampingi Seed Business Syngenta Indonesia Fauzi Tubat (keempat kanan) meninjau lahan tanam jagung hibrida bioteknologi NK Pendekar Sakti disela Grand Launching Jagung Hibrida NK Pendekar Sakti di Desa Banyubang, Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (27/2/2024). Jagung bioteknologi pertama di Indonesia itu memiliki keunggulan seperti tahan terhadap hama ulat penggerek batang, mudah dibudidayakan serta dapat meningkatkan hasil panen hingga 7-8 ton per hektare dan diharapkan dapat meningkatkan target produksi pangan. Antara Jatim/Rizal Hanafi.
Presiden Direktur Syngenta Indonesia Kazim Hasnain (kedua kiri) meninjau lahan tanam jagung hibrida bioteknologi NK Pendekar Sakti disela Grand Launching Jagung Hibrida NK Pendekar Sakti di Desa Banyubang, Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (27/2/2024). Jagung bioteknologi pertama di Indonesia itu memiliki keunggulan seperti tahan terhadap hama ulat penggerek batang, mudah dibudidayakan serta dapat meningkatkan hasil panen hingga 7-8 ton per hektare dan diharapkan dapat meningkatkan target produksi pangan. Antara Jatim/Rizal Hanafi.
Presiden Direktur Syngenta Indonesia Kazim Hasnain (kelima kiri) didampingi Seed Business Syngenta Indonesia Fauzi Tubat (keempat kiri) memanen jagung hibrida bioteknologi NK Pendekar Sakti disela Grand Launching Jagung Hibrida NK Pendekar Sakti di Desa Banyubang, Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (27/2/2024). Jagung bioteknologi pertama di Indonesia itu memiliki keunggulan seperti tahan terhadap hama ulat penggerek batang, mudah dibudidayakan serta dapat meningkatkan hasil panen hingga 7-8 ton per hektare dan diharapkan dapat meningkatkan target produksi pangan. Antara Jatim/Rizal Hanafi.