Pemkab Lumajang mulai bekali UMKM cara menembus pasar ekspor
- 23 September 2026 16:50
Buruh tani memperlihatkan cabai merah di Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (12/12/2020). Petani di kawasan kaki Gunung Semeru terpaksa menjual cabai merah dengan harga Rp21.000 per kilogram dari biasanya seharga Rp41.000 per kilogram karena khawatir lahan pertaniannya rusak terkena dampak awan panas dan abu erupsi Gunung Semeru . Antara Jatim/Seno/mas.
Buruh tani memetik cabai merah di Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (12/12/2020). Petani di kawasan kaki Gunung Semeru terpaksa menjual cabai merah dengan harga Rp21.000 per kilogram dari biasanya seharga Rp41.000 per kilogram karena khawatir lahan pertaniannya rusak terkena dampak awan panas dan abu erupsi Gunung Semeru . Antara Jatim/Seno/mas.
Buruh tani memetik cabai merah di Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (12/12/2020). Petani di kawasan kaki Gunung Semeru terpaksa menjual cabai merah dengan harga Rp21.000 per kilogram dari biasanya seharga Rp41.000 per kilogram karena khawatir lahan pertaniannya rusak terkena dampak awan panas dan abu erupsi Gunung Semeru . Antara Jatim/Seno/mas.
Buruh tani memikul cabai merah di Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (12/12/2020). Petani di kawasan kaki Gunung Semeru terpaksa menjual cabai merah dengan harga Rp21.000 per kilogram dari biasanya seharga Rp41.000 per kilogram karena khawatir lahan pertaniannya rusak terkena dampak awan panas dan abu erupsi Gunung Semeru . Antara Jatim/Seno/mas.