KCR Kerambit

  • Selasa, 27 Februari 2018 17:35

Sejumlah undangan berswafoto dengan latar Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter 'Kerambit' di sela-sela pelucuran kapal tersebut di Divisi Kapal Perang Ujung Surabaya, Jawa Timur, Selasa (27/2). Pengerjaan kapal batch kedua tersebut merupakan pesanan keempat Kemenhan dengan penambahan sistem senjata yang lebih terintegrasi menyesuaikan kebutuhan TNI AL. Antara Jatim/Zabur Karuru/18

Kasal Laksamana TNI Ade Supandi (tengah) berbincang dengan Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh (kanan) ketika menyaksikan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter 'Kerambit' di sela-sela pelucuran kapal tersebut di Divisi Kapal Perang Ujung Surabaya, Jawa Timur, Selasa (27/2). Pengerjaan kapal batch kedua tersebut merupakan pesanan keempat Kemenhan dengan penambahan sistem senjata yang lebih terintegrasi menyesuaikan kebutuhan TNI AL. Antara Jatim/Zabur Karuru/18

Pekerja melintas disamping Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter 'Kerambit' di sela-sela pelucuran kapal tersebut di Divisi Kapal Perang Ujung Surabaya, Jawa Timur, Selasa (27/2). Pengerjaan kapal batch kedua tersebut merupakan pesanan keempat Kemenhan dengan penambahan sistem senjata yang lebih terintegrasi menyesuaikan kebutuhan TNI AL. Antara Jatim/Zabur Karuru/18

Pekerja menyaksikan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter 'Kerambit' di sela-sela pelucuran kapal tersebut di Divisi Kapal Perang Ujung Surabaya, Jawa Timur, Selasa (27/2). Pengerjaan kapal batch kedua tersebut merupakan pesanan keempat Kemenhan dengan penambahan sistem senjata yang lebih terintegrasi menyesuaikan kebutuhan TNI AL. Antara Jatim/Zabur Karuru/18

Kasal Laksamana TNI Ade Supandi (ketiga kiri) bersama Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh (tengah) menyaksikan istri Kasal Endah Ade Supandi (kanan) sebagai Ibu Kandung Kapal secara seremonial memberi nama Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter dengan nama 'Kerambit' saat pelucuran kapal tersebut di Divisi Kapal Perang Ujung Surabaya, Jawa Timur, Selasa (27/2). Pengerjaan kapal batch kedua tersebut merupakan pesanan keempat Kemenhan dengan penambahan sistem senjata yang lebih terintegrasi menyesuaikan kebutuhan TNI AL. Antara Jatim/Zabur Karuru/18

Berita Terkait