Larung Sembonyo Tradisi Pesisir Tulungagung

  • Minggu, 12 Juli 2026 16:07

Masyarakat adat pesisir Pantai Sidem melarung ancak berisi aneka hasil bumi dan hasil laut menggunakan rakit di perairan Pantai Sidem, Teluk Popoh, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (12/7/2026). Tradisi Larung Sembonyo dalam rangkaian Grebeg Suro tersebut merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut sekaligus menjadi bagian dari kearifan budaya pesisir yang terus dilestarikan untuk memperkuat identitas masyarakat maritim dan mendukung pengembangan pariwisata daerah. ANTARA Jatim/Destyan Sujarwoko/mas.

Masyarakat adat pesisir Pantai Sidem melarung ancak berisi aneka hasil bumi dan hasil laut menggunakan rakit di perairan Pantai Sidem, Teluk Popoh, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (12/7/2026). Tradisi Larung Sembonyo dalam rangkaian Grebeg Suro tersebut merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut sekaligus menjadi bagian dari kearifan budaya pesisir yang terus dilestarikan untuk memperkuat identitas masyarakat maritim dan mendukung pengembangan pariwisata daerah. ANTARA Jatim/Destyan Sujarwoko/mas.

Empat tokoh adat melakukan ritual jelang prosesi melarung ancak berisi aneka hasil bumi dan hasil laut menggunakan rakit di perairan Pantai Sidem, Teluk Popoh, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (12/7/2026). Tradisi Larung Sembonyo dalam rangkaian Grebeg Suro tersebut merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut sekaligus menjadi bagian dari kearifan budaya pesisir yang terus dilestarikan untuk memperkuat identitas masyarakat maritim dan mendukung pengembangan pariwisata daerah. ANTARA Jatim/Destyan Sujarwoko/mas.

Masyarakat adat pesisir Pantai Sidem melarung ancak berisi aneka hasil bumi dan hasil laut menggunakan rakit di perairan Pantai Sidem, Teluk Popoh, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (12/7/2026). Tradisi Larung Sembonyo dalam rangkaian Grebeg Suro tersebut merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut sekaligus menjadi bagian dari kearifan budaya pesisir yang terus dilestarikan untuk memperkuat identitas masyarakat maritim dan mendukung pengembangan pariwisata daerah. ANTARA Jatim/Destyan Sujarwoko/mas.

Berita Terkait