Aksesori lurik berbahan limbah kain perca
- 27 Agustus 2026 18:25
Perajin membuat aksesori tas berbahan limbah kain perca dengan motif lurik di rumah produksi Lurike Gendhuk, Joyoagung, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Perajin memanfaatkan kain perca sisa produksi tekstil menjadi berbagai produk aksesori dan suvenir bermotif lurik seperti tas, dompet, serta gantungan kunci dengan kapasitas produksi sekitar 200 buah per bulan untuk menyuplai kebutuhan suvenir sejumlah hotel dengan harga jual Rp25 ribu hingga Rp1 juta, tergantung jenis produknya. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto
Perajin menata aksesori gantungan kunci berbahan limbah kain perca dengan motif lurik di rumah produksi Lurike Gendhuk, Joyoagung, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Perajin memanfaatkan kain perca sisa produksi tekstil menjadi berbagai produk aksesori dan suvenir bermotif lurik seperti tas, dompet, serta gantungan kunci dengan kapasitas produksi sekitar 200 buah per bulan untuk menyuplai kebutuhan suvenir sejumlah hotel dengan harga jual Rp25 ribu hingga Rp1 juta, tergantung jenis produknya. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto
Perajin memilah kain perca bermotif lurik sebelum dibuat bermacam aksesori di rumah produksi Lurike Gendhuk, Joyoagung, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Perajin memanfaatkan kain perca sisa produksi tekstil menjadi berbagai produk aksesori dan suvenir bermotif lurik seperti tas, dompet, serta gantungan kunci dengan kapasitas produksi sekitar 200 buah per bulan untuk menyuplai kebutuhan suvenir sejumlah hotel dengan harga jual Rp25 ribu hingga Rp1 juta, tergantung jenis produknya. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto