Sumenep - Pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2013 Kabupaten Sumenep oleh anggota DPRD setempat dijadwalkan pada 11 Desember 2012, kata Ketua DPRD Imam Hasyim.
"Pada Kamis ini, proses pembahasan Rancangan APBD 2013 sudah dimulai yang ditandai dengan penyampaian nota keuangan oleh Wakil Bupati Sumenep. Secara internal, kami menargetkan Rancangan APBD tersebut disahkan menjadi APBD 2013 Sumenep pada 11 Desember 2012," ujarnya di Sumenep, Jawa Timur, Kamis.
Sesuai hasil rapat Badan Musyawarah DPRD Sumenep, kata dia, pembahasan Rancangan ABPD 2013 oleh anggota DPRD di tingkat komisi dijadwalkan pada 28 November hingga 7 Desember.
"Kami sudah meminta kepada anggota DPRD untuk fokus dalam pembahasan supaya nantinya bisa diselesaikan sesuai jadwal yang ditetapkan, dan selanjutnya Rancangan APBD dapat disahkan menjadi APBD 2013 pada 11 Desember," ucapnya.
Imam juga mengemukakan, APBD 2013 yang disahkan oleh anggota DPRD itu tidak bisa langsung dilaksanakan, akan tetapi harus diajukan dulu kepada Gubernur Jawa Timur untuk dievaluasi.
"Evaluasi oleh gubernur biasanya membutuhkan waktu dua pekan. Kalau tidak ada catatan dari gubernur berarti program atau kegiatan yang tercantum dalam APBD 2013 bisa langsung dilaksanakan sejak 1 Januari 2013," katanya.
Sementara Wakil Bupati Sumenep Soengkono Sidik dalam rapat paripurna DPRD dengan agenda penyampaian nota keuangan RAPBD 2013, menyatakan, kekuatan pendapatan pada APBD 2013 diproyeksikan sebesar Rp1,407 triliun.
Sementara kekuatan belanja pada APBD 2013 diproyeksikan Rp1,415 triliun yang berarti akan terjadi defisit sebesar Rp8,552 miliar.
"Namun, defisit tersebut akan ditutupi oleh pos pembiayaan yang diproyeksikan mengalami surplus sebesar Rp8,577 miliar, yang berarti nantinya terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenan sebesar Rp25 juta lebih," kata Soengkono. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.