Jember - Sebanyak 780 warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, terinfeksi "human immunodeficiency virus and acquired immuno deficiency syndrome" (HIV/AIDS) selama tahun 2003 hingga 2012.
Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi penanggulangan HIV/AIDS yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember bersama Komisi Penanggulangan AIDS di aula Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Patrang, Selasa.
"Jumlah penderita HIV/AIDS saat ini memang sangat memprihatinkan dibandingkan tahun-tahun yang lalu, bahkan penyebaran yang paling tinggi banyak didominasi oleh golongan non-risiko tinggi seperti ibu rumah tangga, pelajar dan mahasiswa," kata Kepala Dinkes Jember, Bambang Suwartono.
Lima kecamatan di Jember yang menduduki peringkat tertinggi dalam penyebaran HIV/AIDS adalah Kecamatan Puger sebanyak 118 penderita, Kecamatan Gumukmas sebanyak 59 penderita, Kecamatan Wuluhan sebanyak 51 penderita, Kecamatan Kencong dan Semboro masing-masing sebanyak 43 penderita.
"Ini merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, bukan hanya bagi Dinkes Jember, akan tetapi semua masyarakat sehingga penyebaran HIV/AIDS itu bisa ditekan di Kabupaten Jember," tuturnya.
Bambang juga mengimbau masyarakat juga peduli untuk memberikan pemahaman bagi yang lainnya, agar tidak melakukan perilaku seks bebas, serta ikut mengawasi peredaran narkoba pada anak-anak muda karena hal itu memudahkan penyebaran HIV/AIDS.
"Kami mengimbau kepada warga yang berpotensi tinggi tertular HIV/AIDS, agar memeriksakan diri ke klinik VCT yang berada di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember, RSD Balung, dan Puskesmas Puger," paparnya.
Permasalahan yang banyak muncul saat ini, lanjut dia, keengganan penderita untuk memeriksakan diri di klinik VCT karena dipengaruhi oleh perasaan malu dan sebagian besar mereka berobat pada saat stadium lanjut atau sudah parah.
"Penderita HIV/AIDS tidak boleh dijauhi karena mereka membutuhkan uluran tangan semua pihak. Biasanya kasus penderita HIV/AIDS yang meninggal disebabkan pihak keluarga tidak mengurus penderita HIV/AIDS dengan baik," ujarnya menambahkan.(*)
Editor : Akhmad Munir
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.