Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi menolak usulan PT Shell Indonesia untuk mendistribusikan bahan bakar minyak bersubsidi di Jawa. Anggota Komite BPH Migas, Fahmi Harsandono di Jakarta, Selasa mengatakan, Shell akan diarahkan mendistribusikan BBM subsidi di luar Jawa khususnya Indonesia timur. "Tapi, ini belum final. Nanti, ada sidang Komite BPH Migas dengan anggota sembilan orang yang akan memutuskan," ucapnya. Sebelumnya, Kepala BPH Migas, Andy N Sommeng juga setuju agar perusahaan di luar Pertamina tidak mendistribusikan BBM subsidi di Jawa, tapi luar khususnya Indonesia bagian timur. Menurut Fahmi, melalui kebijakan tersebut, BPH Migas ingin meningkatkan ketersediaan BBM bersubsidi di daerah-daerah yang sulit bagi Pertamina untuk menggandeng investor. Kebijakan tersebut juga berlaku bagi badan usaha swasta lain di luar BUMN, PT Pertamina (Persero) yakni PT AKR Corporindo Tbk dan PT Surya Parna Niaga (SPN). Pertamina, Shell, AKR, dan SPN merupakan peserta tender penyediaan BBM bersubsidi tahun 2013 yang kini tengah dilakukan BPH Migas. Kuota BBM bersubsidi tahun 2013 yang ditenderkan BPH Migas mencapai 46 juta kiloliter. Fahmi mengakui rencana Shell menyalurkan BBM subsidi di Jawa menimbulkan polemik. "Karenanya, kami akan kaji karena volumenya kecil, tapi mengganggu eksistensi. Saya kira Shell juga mengerti," katanya.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026